03/05/2005

Maafkan...

Setiap manusia, pasti punya kesalahan. Karena, manusia adalah makaanul khotoo' wa nishyaan. Kenapa pula harus merasa takut pada kesalahan?. Manusia perlu melakukan kesalahan supaya ia mengerti makna kebenaran. Tetapi, kesalahan yang tidak segera dilawan, lambat laun berubah menjadi kebiasaan buruk. Dan kebiasaan buruk yang tidak segera dilawan, lambat laun berubah menjadi gaya hidup.

Orang yang bisa melihat kekurangannya sendiri, dia akan mengetahui bahwa masalah yang harus diselesaikannya adalah dirinya sendiri. Setiap orang memiliki kekurangannya masing2, dan yang paling sulit dilakukan oleh manusia adalah membujuk dirinya untuk menerima kelebihan orang lain. Tidak ada seorang pun yang sanggup mengubah kejelekan seseorang kecuali dirinya sendiri.

"Jadilah kamu pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh". (QS. Al-A'raf 199).

Sangat tidak pantas menjauhi saudara hanya karena satu atau dua kebiasaan buruk yang tidak bisa diterima, sementara selebihnya baik. Satu atau dua kesalahan masih dapat dimaafkan, dan kesempurnaan adalah tingkatan yang sangat sulit dicapai. Menurut Abu Darda' (salah seorang sahabat Rasul), mencela teman itu lebih baik daripada harus kehilangan dirinya. Siapa orangnya yang bisa mendapatkan segalanya pada diri saudaranya?.

"Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa". (QS. An-Najm 32)

***Saudaraku, siapa yang bisa mendapatkan segalanya dari saudara kalian?. Sisakan sedikit dari dirimu agar engkau tidak bosan kepada yang tak kau beri. Orang yang punya akal sama, tidak akan menipu rekannya, yaitu orang yang memiliki segalanya dari saudaranya***

Janganlah hanya karena satu aib tersembunyi atau dosa kecil yang sebenarnya bisa ditutupi oleh kebaikan yang lebih banyak, kita menjadi jauh dari seseorang yang pernah kita puji latar belakangnya, yang pernah kita terima kehidupannya, yang pernah kita ketahui kemuliaannya dan yang pernah kita ketahui kemampuan berpikirnya. Karena, kita tidak akan mendapatkan seorang pun yang sopan tanpa satu aib atau dosa.

***Siapa orang yang bisa engkau terima semua sikap hidupnya?. Cukuplah seseorang itu dikatakan mulia bila aibnya bisa dihitung***

Adanya kekurangan pada seseorang, membuat kita menjauhinya dan berburuk sangka. Padahal kita tidak melihatnya sendiri. Hendaklah semua kekurangan itu dialihkan ke dalam jiwa yang lapang dan hati yang damai. Sebab, orang terkadang lalai untuk memperhatikan jiwanya yang merupakan bagian paling dekat dengan dirinya. Janganlah engkau rusak hubunganmu dengan seorang teman oleh prasangka buruk, padahal sebelumnya engkau yakin benar akan kebaikannya.

***Mereka adalah manusia dan dunia yang tak mungkin lepas dari kotoran, yang membosankan mata. Tidak adil jika engkau menginginkan orang yang sangat sempurna, sementara engkau sendiri tidak sempurna. Berlindunglah kepada Allah jika kau jumpai kemarahan. Itu tak lain adalah cumbuan orang yang ditaati atas orang yang menaati***

"Seandainya tidak karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih dari perbuatan keji dan mungkar selama-lamanya" (QS. An-Nur 21)



12:05 Posted in Life | Permalink | Comments (1) | Email this

13/04/2005

Sambutlah harimu...

"Barangsiapa menjadikan semua keinginannya itu menjadi satu, yaitu keinginan terhadap akhirat, maka Allah akan mencukupkan keinginan dunianya. Dan, barangsiapa yang banyak sekali keinginannya terhadap permasalahan dunia, maka Allah tidak akan mempedulikannya di lembah mana dia hancur"

Ikutilah orang-orang yang gembira
Dan berlindunglah kepada kesabaran
Niscaya akan bahagia

Yang menggelapkan hari-hari dihujat
Tanpa alasan yang jelas

Kau baik kepada kami
Meski tak pernah dibalas terima kasih
Dan kau cegah kami dari dosa
Tapi mereka tak pernah merasa berdosa

Kebijaksanaan Allah adalah
Sebuah kemenangan dari keteguhan hati
Dari sempit ke luar,
Dan dari kesedihan ke arah kegembiraan

Rasa takut yang mencekik itu
Kini berubah menjadi suka cita
Kegembiraan telah menghapus duka
Tidaklah seseorang bersedih selamanya
Pasti senyuman itu akan datang juga

Jika bersedih,
Panggillah jiwamu dengan harapan sebagai janji
Karena kebaikan bagi jiwa
Adalah adanya janji
Jadikan harapanmu menjadi perisai
Hingga waktu akan menghapus kesedihan itu

Kesedihan itu tidak akan abadi
Seperti juga kesenangan tidak akan lestari
Kalau saja bukan karena hal yang mempengaruhi jiwa
Pasti tak akan ada kehidupan
Yang lurus bagi orang yang terjaga

14:45 Posted in Life | Permalink | Comments (0) | Email this

01/04/2005

Bumbu Dapur

Aku di kasih tau suamiku kalo sore ini ada yang mau balik ke Mesir. Wah, mau nitip apa neh buat Pak Son. "Pak, ada yang mo balik neh, sampeyan nitip apa?", begitu bunyi sms ku. Tak lama kemudian, "kalo ndak ngrepoti, anak2 mau abon dong...". Okey, memang rencananya aku mau bawain abon & bumbu pecel.

Mataku masih sembab, badanku lemeeesss banget, suaraku juga masih serak. Sekitar jam 09.00, mbak Mey datang ke rumah. "Wis tho, tawakkal 'alallah. Insya Allah semua baik2 aja", katanya. Akhire kita ngobrol ngalor ngidul. Trus, kami putuskan untuk jalan ke ITC Permata Hijau.

"Mbak, sekalian bawain jahe, lengkuas, kunyit & bumbu dapur lainnya dong". Wah, untung deket Carefour, jadi sekalian belanja. "Tapi kalo liat pete di depan mata, masa sih di lewatin...", begitu sms yang kesekian kalinya.

Pilih sana sini, akhire aku beli jahe, lengkuas, kunyit, kencur, kemiri, ketumbar masing2 setengah kilo. Cumi asin, teri medan, ikan asin jambal, masing2 setengah kilo juga. Tak lupa terasi, abon dan bumbu pecel. dan tak lupa pete!!!, lengkap dengan ulat2nya malah, hahaha. Lengkaplah sudah....

Hidup di perantauan memang enak2 enggak. Apalagi kalo pas lagi kangen sama sayur asem dan pepes peda... Hmmm...

11:50 Posted in Life | Permalink | Comments (2) | Email this

26/03/2005

Bunda...

"Hallo... Teh, cepet pulang, ibu jatuh, sekarang gak bisa jalan"... Hadoooh, bagaikan disambar petir aku terima telp dari adekku. Kejadian itu kira2 2 bulan yang lalu. Setelah sholat subuh, aku bergegas ke Gambir mengejar Argo Muria jam 07.00...

Sepanjang perjalanan, aku gelisah. Mau nangis, tapi kok ya malu. Wong gak ada apa2, ujug2 nangis. Dadaku sesak seketika, untungnya gak pingsan. Aku gak mbayangin, gimana ortu tinggal atu2nya kok bisa jatuh, apa adek2ku gak becus merawatnya?. Sedangkan aku gak mungkin banget pulang kampung forever, lha wis nunut bojo nang Jakarta...

Aku lihat kondisi ibu secara fisik, Alhamdulillah baik2 aja, tetap segar bugar seperti biasanya. Tapi, tenanan gak iso mlaku jek!. Aku gak tahan, langsung masuk kamar mandi dan menangis sejadi2 nya...

Pancene takdir itu ada di tangan Allah. Ini kali yang kedua ibuku jatuh. Yang pertama, tahun 2000. Ketika itu aku dan suami, niat banget ngajak ibu umroh. Setelah beres semua urusan (dokumen, tiket, visa dll), seminggu sblm keberangkatan, aku dapat kabar kalo ibu jatuh... (bu... bu... senengane kok tibo). Akhirnya keberangkatan ibu ditunda. Ya, itu namanya takdir... kuasa Allah...

Bagaimana ini, aku bingung. Apa yang harus kuperbuat dengan jatuhnya ibu yang ke dua kali. Aku maksa2 supaya ibu ke dokter. Tapi gak mau juga. Banyak pertimbangan katanya. Ibu kan ada diabetesnya, katanya kalo ke dokter, nti penyakitnya ketauan kabeh...

Waktu berjalan, ibu masih gak mau juga di bawa ke dokter. Aku sangat sedih, kok iso ngene tho?. Aku mau ibu bisa jalan lagi kayak biasa, shopping ke Jakarta, umroh bareng dsb...

Sepuluh hari yang lalu, "Teh, ibu masuk RS, beliau mau di operasi penggantian tulang pangkal paha yang retak"... Gubrack, kepalaku pusing, dunia gelap dan... aku jatuh di pelukan suamiku. Ketika itu aku sedang berada di Manado.

Senin sore aku mendarat di Jakarta, Selasa pagi aku flight lagi ke Semarang. Jangan tanya perasaanku saat itu. Walaupun aku kelihatan galak di depan ibu, sebenernya aku sangat menyayangi beliau. Aku gak mau sesuatu terjadi pada dirinya.

Bandara A. Yani Semarang, puanassse rek... gak nahan. Aku langsung menuju Pav. Garuda RS. Kariadi. Kutahan airmata ini biar gak jatuh di depan ibu. Tak liat, kok kamarnya kecil amat. Malam itu juga, dengan persetujuan suami dan kakak ku, aku pindahkan ibu ke ruang yang lebih layak.

Operasi sudah dipastikan hari Kamis. Aku cukup stress dan sangat senewen nunggu hari Kamis. Tapi aku harus jaim di depan adek2ku, gak boleh nangis, gak boleh marah2, gak boleh gelisah. Gila ya gue... sempet2nya jaim di situasi kayak begini.Ya Allah, berikan yang terbaik untuk ibuku...

Hari Kamis pun tiba. I need a shoulder to cry on. Kutunggu2, suamiku tak kunjung datang. Sedangkan ibu, sudah dibawa masuk ke ruang operasi. Aku stress, bolak balik ke WC hanya untuk ngeliat kloset nya aja. hehe... "Yang, aku udah ada di Lobby neh..." SMS dari suamiku. Akhirnya... Dasar gue yak, masih sempet2nya jaim di depan dia....

Satu jam, dua jam... Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan ibu sudah setengah sadar. Tak godain, tapi belum bereaksi dia. "Nduk, dah selesai yak operasinya? kok ibu gak ngrasa?"... wehehehe... ibuuu... ibuuu... "Robbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaani soghiroo"

"ooh bunda ada dan tiada dirimu, kau selalu ada di dalam hatiku..."

13:50 Posted in Life | Permalink | Comments (1) | Email this