19/07/2006

Tak Ada Yang Sempurna

Tak mungkin malam

Selamanya gelap

 Masih ada waktu

 Melakukan yang terbaik

 

Tak ada manusia yang sempurna

Cuma hanya bisa

Melakukan rencana

16/07/2006

Londo...

Dulu waktu kecil, kalo ngliat film barat di TV, saya dan adik2 berkomentar “ih, sing maen wong Londo”. Pokoknya,  waktu itu, orang yang kulitnya putih dan rambutnya pirang, saya menyebutnya “wong Londo”, entah itu berasal dari negara mana. Dulu juga, saya sering membayangkan, “negoro ne wong Londo” itu jauuuhhh banget, ngomongnya pake  “bahasa inggris”, orangnya “Londo kabeh”, makanannya “roti & keju”, ceboknya “nganggo tisu”… hehehe. Saya juga nggak pernah membayangkan, kapan akan mengunjungi negara yang penduduknya “Londo kabeh”.

Beberapa puluh tahun kemudian…

Akhirnya saya mengunjungi “negoro Londo”, tepatnya Inggris. Alhamdulillah, pertengahan Juni, saya dan suami diberi kesempatan oleh salah satu instansi pemerintah Inggris, untuk berkunjung ke sana dalam rangka school partnership. Selama 10 hari di “negoro Londo”, banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dan bayangan2 masa kecil saya akan “negoro Londo”, hampir 70% adalah benar.

Yang pertama saya rasakan adalah, everything are expensive. Ouw, pasti itu… gimana tidak, mata uang kita dikalikan “sekian belas ribu”. Hehehe… kalo mau beli apa2, ya jangan di kalikan, bisa2 mati berdiri. Kedua, shock culture… wah wah wah. Biarin aja dikatain norak. Pancene aneh2 kok. Masak, orang ciuman di mana2, di tempat2 umum. Soalnya, di negara saya nggak ada tuh gitu, malah ada UU nya lagi. Lumayanlah, itung2 pertunjukan gratisan. Ketiga, masalah cuaca. Sebelum berangkat, beberapa kawan dan kerabat yang sudah pernah ke Inggris, mengatakan bahwa bulan Juni sedang summer, enak udaranya kayak di Puncak. Jadi, jangan takut kedinginan. Saya membayangkan, oooh… Puncak, ya dinginnya gitu doang deh, paling pake sweater aja udah anget.

Ternyata, pada waktu pesawat mendarat di Gatwick, pilot mengatakan bahwa cuaca di luar sekitar 12 celcius!!!... waduh, misuh lah saya ke semua orang yang mengatakan di Inggris lagi enak cuacanya… Dan menurut keterangan dari orang2 setempat, summer di Inggris ya sekitar segituan deh, paling panas ya 20an celcius. Bayangan2 akan selalu menggigil dan gigi gemerutuk, sudah ada di depan saya. Karena, baju2 hangat yang tadinya sudah saya siapkan, saya tinggal di rumah. Walhasil, untuk mengakali terjadi hal2 yang nggak diinginkan selama di Inggris, kemana2 saya selalu pakai baju rangkap 5!!!... hmmm, norak ya. Biarin. Dan betapa terbengong2nya saya sewaktu melihat bahwa di sekitar saya, “wong2 Londo” hanya berpakaian ala kadarnya, tipis dan nggak jarang saya jumpai orang2 pakai kaos singlet dengan dada or punggung terbuka lebar. Gila, kuat bangeeet, mungkin mereka punya kulit setebal kulit badak kali ya…

Masalah keempat yang saya hadapi adalah, sulitnya c**ok, hohoho… di setiap toilet yang saya jumpai, pasti ada tulisan “please keep the toilet clean and tidy”. Weleh… piye ki, saya yang biasanya jebar jebur, kok suruh pake tisu. Tengok kanan kiri, yang ada cuma tisu… Malah yang lebih ekstrem lagi, di beberapa tempat, toiletnya menggunakan karpet super tebal yang biasanya kalo di rumah, saya gunakan untuk menjamu tamu istimewa... Ngok!.

Makan, its not a big problem for me, i think. Saya termasuk orang yang pemakan segala (baca: rakus, hehe), doyanan gitu. Tapi, ini urusannya beda. Agak sulit menemukan makanan halal di Inggris, kalopun ada, rasanya itu lho… menggemaskan. Asin enggak, anyep enggak, manis enggak, pedes enggak. Gimana tuh. Untungnya, keadaan ini sudah saya antisipasi, jadi kalo kemana2, saya selalu membawa abon, saos sambal dan kecap, yang saya buntel rapat2 di tas, karena kalo nggak, saya takut kepergok sama anjing yang lagi lewat…:)

Masuk angin, hahaha… ini general problem deh kayaknya. Dalam kondisi kedinginan, capek, asupan makanan berkurang dan perbedaan waktu yang sangat mencolok, semua orang akan menderita penyakit “entering the wind” ini. Yang terjadi adalah, selama perjalanan kemanapun di “negoro Londo”, aroma parfum berubah menjadi aroma minyak kayu putih dan minyak kapak. Norak ya… biarin.

Tetapi, disamping semua kejadian dan permasalahan diatas, bayangan masa kecil saya akan “wong Londo”, jadi agak sedikit berubah. Ternyata mereka nggak selalu makan “roti & keju”, penduduknya pun nggak “Londo kabeh”, tapi multi cultural, multi etnis yang mana satu sama lain saling menghormati, saling menghargai dan saling menjaga sopan santun. Ada empat hal yang sangat saya senangi terhadap “wong Londo”, mereka punya disiplin tinggi, kesadaran tinggi, high maintenance dan decent behaviour. Masyarakatnya educated, punya kemampuan apa saja. Perbedaan antara si kaya dan si miskin nggak mencolok. Disana yang ada, mobil cakep dan cakep banget,  Kesejahteraan merata.

But, Indonesia is the one and only country that i love. Dan yang lebih penting lagi, saya bisa c**ok sepuasnya di negara tercinta ini…

 

Nyari Jodoh

Tung tung, tung tung,,, ada sms masuk ke hp saya, malam2 begini?, siapakah gerangan?. Ah, dari seorang kawan lama rupanya yang sebenarnya perkenalannya juga secara tak sengaja. “Fi, sahabatku minta dikenalin cewek untuk dijadikan istrinya. Gue cari masjid nih…”. Hah???, jodoh?, masjid?,,, hubungannya?. Sejak kapan saya dikenal sebagai biro jodoh?, dan sejak kapan pula ada seorang teman menganggap saya sebagai kontraktor pembangunan masjid?. Tulalit…

Nggak juga ah, kalo dipikir2 dan di pahami secara jelas maksud dan tujuan kata2 di sms tersebut. Ada hadits yang mengatakan bahwa, “barangsiapa yang berhasil mencarikan jodoh seseorang, maka Allah akan membangun sebuah masjid di sorga nanti” (eh, bener nggak ya bunyinya gitu). Ahsss senaaang… Loh, bukannya jodoh itu ada di tangan Tuhan?.

Walhasil, nyariin jodoh itu suatu pekerjaan ibadah yang gampang2 sulit. Kelihatannya mudah gitu ya, ngenalin seorang cewek ke cowok or sebaliknya dan kita harapkan saling tertarik lalu terjadi kecocokan diantara mereka, selanjutnya mengikrarkan diri pada suatu janji suci pernikahan. So eaaasy maaan…

PERASAAN!!!, mau di kemanaken itu?. Emang yang mengatur perasaan itu kamu?,,, Datangnya dari mana ya kira2?. Gini kali, yang namanya perasaan itu, muncul secara tiba2 dan tidak di duga2, karena perasaan ada dalam hati dan dalamnya hati seseorang nggak ada yang bisa ngukur. Lets see, pagi tadi saya mempunyai perasaan sangat ingin selalu dekat dengan anak2 di rumah, tetapi satu sisi, perasaan saya juga berat ninggalken pekerjaan. Beratan mana?, itulah perasaan… eh, salah ya…. Tuing tuing.

Pernah suatu saat, ada seorang lelaki teman suami saya. Sudah cukup umur, cuman entah mengapa kok belum ada seorang pun wanita nyangkut di hatinya. Suami saya bilang, kenalin saja sama si anu, kayaknya cocok deh. Kemudian, kami pun memproses secara hati2 dan waspada. Dimulai dengan cara, si wanita nya di undang ke rumah saya kemudian si lelaki sudah menunggu. Success… mereka mampu saling bersenda gurau, santai. Tiba pada suatu saat, ada kabar dari si lelaki  bahwa wanita yang di kenalken, mau nikah dengan somebody else… Gubrack, alasannya, setelah mencoba jalan bareng beberapa waktu, ternyata belum di temukan kecocokan dan belum ada perasaan cinta yang tumbuh… mbuuuh. Yo wis, pancene belum jodoh kali. Yang jelas, perasaan itu tidak bisa dikira2, apalagi perasaan cinta, nggak bisa di terka darimana datangnya.

TAKDIR, sebagai orang islam, harus percaya itu. Qodho’ dan Qodar termasuk dalam Rukun Iman. Dan kemudian USAHA, juga harus. Percuma kalo yang mengusahakan orang lain tapi diri sendirinya don’t care, nyasar deh pasti. And the last thing is DO’A, it must be. Ketiga rangkaian tersebut, menurut saya ya, adalah bekal utama seseorang dalam hal mencari jodoh or what else lah, bisa aja bekal untuk usaha misalnya or bekal dalam menghadapi ujian semesteran. Gampang kan?...

Trus, seandainya ketiga hal tadi sudah dilaksanaken, tetapi Allah belum juga memberikan apa yang kita inginkan?, bagaimana ini?. SABAR, itu kata2 terakhir yang akan terucap. Orang sabar itu berkah kok, ada mahfudzotnya “man shobaro, intaha” hahaha… itu berlaku waktu saya jadi santri dulu ketika ngantri makan.

Pada hakekatnya, Allah menciptakan manusia secara berpasang2an. Itu janji Allah yang tertulis dalam Al Quran. Jadi, jangan takut kehabisan jodoh kali ye. Klise banget ya. Beberapa kawan saya juga mengeluhkan keadaan yang sama bahwa, sampai saat ini kenapa belum ada juga someone yang nyangkut di hati. Uh, ada lagi yang kira2 menurut mereka sudah saling cocok dan optimis merupakan soulmate kelak, tapi ternyata keduanya tidak menemui titik terang dalam hal saling menyangkut… ???,,, bingung…

Ada kok dan hampir nyata terjadi. Seseorang dengan different culture datang dan tinggal di rumah saya. Dia bela2in datang ke Indonesia dari negri seberang sana hanya untuk mengejar dan berusaha meyakinkan si cewek dan keluarganya bahwa “ini lho gue sungguh2” eng ing eeeng... Then so what?. Dua2 nya untuk sementara ini susah di ketemukan dimana celah yang bisa di satukan. Karena masing2 punya pendirian dan permasalahan yang sangat2 berbeda dan podo bae atos nggak pada mau ngalah. Salut, mereka terus mencoba dan mencoba, meskipun bagi saya dan suami saya, sudah bisa tertebak kok endingnya, be happy or bad. Kayak sinetron aja.

Ada lagi kasus yang hmmm… mudah2an barokah. Temen saya sudah cukup lama pacaran dengan pacarnya selama 7 tahun. Sepanjang perjalanan mereka berpacaran, semua orang menilai bahwa mereka itu sudah merupakan jodoh yang tepat, saling mengisi dan mencocokkan diri mereka masing2. Waow, tiba2 ada semacam guncangan2 kecil yang akhirnya lama kelamaan semakin membesar dan… dhuuuaaarrr,,, meletuslah itu apa yang selama ini tersimpan yang semua orang dan mungkin mereka juga tidak menduga apalagi mengetahui. Walhasil, saya juga kena imbasnya dan hehehe, enak ya maen sinetron… Tapi, alhamdulillah, sekarang teman saya sudah hidup dengan tenang dengan suaminya yang bukan dan sebelumnya tidak ada tanda2 mereka akan berjodoh.

JODOH, datangnya dari yang tidak di duga2. Seperti halnya REZEKI dan MAUT. Yang tau hanya Allah Ta’ala dan sudah tercatat di Lauhil Mahfudz kapan semua itu akan terjadi pada kita. <Jakarta 18 Mei 2006, 24:10am>