31/07/2006

Tiga Satu

Tigapuluhsatu Juli, Tigapuluhsatu tahun yang lalu...

I starting my life... facing the world and all the problems.

Nggak percaya kalo hari ini saya berusia TIGApuluhSATU. God, pantas gak sih ya kira-kira?. Sebagian teman saya mengatakan, "enak lo... umur segitu udah punya semuanya, suami yang baik hati, anak-anak yang sholeh dan lucu-lucu, materi cukup dan karier yang mapan". Alhamdulillaaah...

Mudah-mudahan saya kuat memegang amanah ini.

 

29/07/2006

Menjelang Tiga Satu

Ada apa gerangan?...

Senang,

Takut,

Cemas,

Berharap banyak,

 

Mengapa???

 

Entahlah...

Tetapi semua itu akan terjadi

Dan harus dihadapi

Dengan perasaan apapun

 

Siapkah???

Pantaskah???

Sudahkah berbuat yang terbaik bagi semua???

Atau...

Bermanfaatkah hidup???

 

Jawaban itu semua akan terbukti

Dan menjadi nyata

Seiring berjalannya sang waktu

 

Bahagiakah???

Terpuaskankah???

 

Semoga...

 

21/07/2006

Ya Allah, Cukuplah Sampai di Sini...

Ya Allah, kami takut lelah atas musibah demi musibah ini. Kami takut, musibah yang beruntun ini sebagai suatu yang biasa, sehingga kami kehilangan rasa cinta dan tak hendak lagi tolong-menolong. Kami takut kehilangan pegangan, kehilangan rasa kemanusiaan, lelah berharap, panik dan menjadi putus asa.

Ya Allah, kami yang bodoh dan hina ini, tak ingin lagi berprasangka buruk, tak ingin lagi bertanya, apakah segala bencana ini tanda cinta atau kemurkaan-MU?. Bantulah kami memahami semua yang terjadi dan hentikan ketakutan kami.

Cukuplah kaum Nabi Nuh AS dan kaum Nabi Luth AS yang merasakan kepedihan karena ingkar. Jangan lagi timpakan kepada kami bencana. Cukupkan Ya Allah, cukupkan sampai disini.

Ya Allah, musibah datang silih berganti, sangat cepat. Belum sempat kami menghitung jarak hari dari satu musibah ke musibah lainnya. Belum sempat kami memahami apa yang terjadi. Kami takut Engkau marah.

Ya Allah, telah begitu banyak kesesatan terjadi dan sebagian dari kami melihatnya sebagai suatu yang biasa. Bahkan bencana yang bertubi-tubi inipun tak membuat kami benar-benar sadar dan mengubah tingkah laku kami.

Apakah berbagai bencana ini atas kehendak-MU atau gejala alam biasa?. Kami sibuk menerka dan mencari-cari penyebab sehingga saling menyalahkan. Padahal semua  yang terjadi ada dalam firman-MU. Kami lupa kembali pada firman-firman suci itu. Kami merasa mengetahui semuanya, berkehendak atas semuanya. Kami merasa kematian tidak pernah datang tiba-tiba, tapi mengikuti keinginan dan khayalan kami.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan” (QS Hud: 25-26)

Jika bencana demi bencana ini merupakan peringatan-MU, maka tolonglah kami, masukkan kami dalam perahu Nuh, bersama puluhan pasang hewan-hewan itu.

Ya Allah, kami sangat takut... Cukupkanlah sampai disini...