28/09/2006

seLamAt pUaSA

saat adzan subuh bergema tadi pagi,

Allah membuka jendela surga,

melihatku, dan bertanya :

"apa harapanmu saat ini?"

aku jawab :

"Ya Allah...

cintailah orang yang membaca blog ini,

beserta keluarganya...

terimalah amal ibadahnya,

serta ampunilah segala dosanya,

selamanya..."

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1427H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN...

#@$% No suBjEcT *&^%$

aku tak bisa berkata-kata

hatiku sedih,

sangat sedih...

bukan karena pengkhianatan itu,

tetapi...

karena harus secara terpaksa,

menyaksikan...

dia yang kucinta,

sedang dalam keadaan

gundah gulana,

seolah kehilangan asa...

 

betapa sangat mahalnya,

harga sebuah kepercayaan...

sangat kecewa,

hilang kepercayaan,

sangat kecewa,

hilang kepercayaan...

 

bukan peristiwa itu yang disesali,

tetapi...

betapa teganya,

orang yang selama ini begitu dipercayai,

dan sangat disayangi,

dengan mengatasnamakan cinta,

lebih mementingkan kepentingan sendiri,

 

demi cinta,

mengalahkan segalanya...

orang-orang yang menyayangi,

tiada berharga...

 

Tuhan...

pintaku,

pulihkan dia segera,

agar dapat,

menyambut mentari

esok ceria...

 

<dedicated to someone who make us disappointed, may God Bless u>

27/08/2006

Re: Aku Ingin ke Rumah Tuhan

Sahabat…

Maukah kutunjukkan jalan ke rumah-Nya?

Banyak orang yang sering melewatinya

Tapi lupa mengetuk pintu-Nya

Atau memang lupa nama jalannya

Hingga harus jauh berputar,

Berkeliling

Mengacak semua rumah-rumah dan pasar-pasar

Padahal rumah-Nya dekat sekali dengan rumah kita

Dekat dengan rumah semua

 

 

Sahabat…

Maukah ku tunjukkan dimana rumah-Nya?

Jalannya lurus

Kadang sepi karena harus sendiri

Kadang terjatuh, ditertawakan, tapi kau harus berdiri lagi

Warna gerbangnya putih tulus

Tanpa warna buram

Apalagi kelam

Besar dan luas

Tanpa batas

Andai seisi dunia ini masuk bersamaan pun,

Masih sangat cukup sekali

 

 

Jalannya lurus,

Kanan kirinya banyak gang kecil

Yang ramai menggoda agar kau sudi mampir

Para kurcaci, yang bersemangat menawarkan pundi2

Bila kau tak mau

Mungkin mereka akan menarikmu

Dengan ribuan tali

Melemparmu dengan berkarung duri

Atau menginjakmu agar tak bisa berdiri lagi

Mampir saja ke gerbang-Nya

Kau akan bisa melihat jelas dimana letak pintu-Nya

Sahabat…

Ketahuilah, rumah-Nya tanpa jarak

Betul…

Tanpa terbatasi tempat

Dia mendengar, kapan saja kau memanggil

Dia sangat tahu saat kau tersedu...

Dia menerima kapan saja kau bertandang pada-Nya

Pintu-Nya terbuka, tanpa penjaga

 

 

Rumah-Nya sangat dekat

Tanpa sedikitpun ada sekat

Bila kau mau mendekat

Kau pasti akan terpikat

 

 

Rumahnya sangat dekat

Hingga sering tak terlihat...

<thanks to zaki in medina, sempet2nya ente bikin ginian...>