02/04/2007
enjoy your jazz
Suatu hari, saya diajak kawan untuk menikmati jazz di Ronnie Scotts's Jazz Club di daerah Oxford Street, London. Bagi saya, musik apa saja asyik, asal bukan yang gedebag gedebug (rock) dan bikin pinggul bergoyang (dangdut) atau yang bikin ngantuk (keroncong). Saya sendiri sebenarnya bukan penikmat jazz sejati, tapi karena menurut saya musik jazz enak di dengar, apa salahnya saya menerima ajakan kawan saya tersebut.
Malam itu, pertunjukan dibawakan oleh James Taylor Quartet, salah satu kelompok Jazz terkenal di kota London. Musik dan lagu yang dimainkan, sungguh sangat enak di dengar, mengalun lembut dan sesuai irama. Saya pun larut dalam suasana. Dan saya lihat, semua yang hadir sangat menikmati alunan musik yang dimainkan, termasuk dua kawan saya.
Bagi anda penikmat jazz sejati, mungkin sudah tidak asing lagi dengan gaya para pemain musiknya. Anda akan mampu menerjemahkan setiap gerakan para pemain dan merasakan kenikmatan bagaimana memainkan alat musik tersebut.
Tetapi, bagi anda yang bukan penikmat jazz sejati, mungkin akan timbul pertanyaan, itu mereka sedang ngapain?. Berikut sedikit penjelasan yang mungkin bisa bermanfaat bagi anda yang mencoba menikmati musik jazz :
1. Perhatikan pemain drum nya : bayangkan saja, seolah-olah dia baru menelan bola bekel, sehingga kepalanya ndut-ndut an, ngangguk-ngangguk sak geleme dewe.
2. Pemain gitar, terbayang nggak, kayak anak kecil lagi maen lompat tali?, loncat sana loncat sini seolah-olah kabel gitar listriknya dia gunakan sebagai tali untuk melompat. Dan bayangkan pula, apabila dia kesetrum, pasti tambah seru dan gaya rambutnya yang tadinya rapi akan jadi njegrak gag karuan.
3. Pemain organ, pasti kakinya gag bisa diem. Bisa jadi dia kesemutan atau kram atau bisa juga ada uler ngruwel di ujung celana jeans nya dan dia sedang berusaha dengan susah payah melepaskan kruwelan si uler itu.
4. Vokalis, gayanya yang lincah dan suaranya yang pasti sangat merdu. Bibirnya yang sangat dekat dengan mic dan fasih melantunkan lagu, liatin deh kayak habis kelolodan mie, megap-megap gag jelas. Dan pinggulnya itu, megal megol kayak orang kremi an.
5. Pemain saxophone, meliuk-liuk kayak kemasukan coro, kegelian dan seperti sedang berusaha untuk mengeluarkan si kecoak yang sedang asyik lari-larian di dalam bajunya.
6. Perhatikan pula para pengunjung lainnya, kalo anda menjumpai salah satu dari mereka ngangguk-ngangguk, belum tentu dia menikmati suasana. Bisa jadi dia ketelen permen karet dan sedang berusaha mengeluarkannya.
So, enjoy your jazz...
London, 18 Maret 2007
(thanks to pak Aidinal & pak Riza yang sudah ntraktir saya malam itu, jazaakumullah khoiron katsiiroo...)
08:05 Permalink | Comments (0) | Email this
01/04/2007
jangan berhenti mencari ilmu
Dalam mengarungi hidup ini, kita pasti menghadapi berbagai macam orang dan berbagai macam situasi. Orang yang menyebut dirinya "sudah pintar", pastilah akan mampu mengambil manfaat dari orang lain. Ibaratnya, segala hal akan menjadi ilmu sehingga ia benar-benar orang yang beruntung karena terus menerus berusaha untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Kepekaan akan ilmu muncul dari hati yang bersih. Orang yang mempunyai sifat iri dan dengki, segala hal bisa menimbulkan masalah, bukan menjadi ilmu. Orang yang minder pun demikian, ilmu seolah tertutup baginya. Orang yang sombong, akan menganggap semua hal menjadi sepele, sehingga tak membuatnya tergerak untuk mencari suatu perubahan.
Sebenarnya, hal yang sangat berbahaya bagi kita adalah terkotorinya hati sehingga pikiran menjadi redup dari ilmu. Segala hal yang seharusnya menjadi ilmu malah bisa menjadi bencana. Orang yang miskin ilmu akhirnya kerap menghadapi stres. Dan, stres termasuk keadaan yang paling berpotensi membawa kematian.
Apakah hati kita telah terbuka pada ilmu?, mau mendengarkan pendapat orang lain, mau membaca buku, atau sejenak memperhatikan anak-anak kita dan belajar dari mereka?. Istighfarlah, jika semua fenomena itu tidak dapat menjadi ilmu, tetapi dianggap sebagai masalah. Kita tentu tidak mau stres oleh masalah yang kita sendiri merasa bingung untuk memecahkannya.
Bagaimana membersihkan hati itu?. Berlakulah selalu bagaikan gelas yang kosong. Dengan demikian, kita siap diisi dan mengisi hidup ini dengan ilmu. Namun sebaliknya, lihatlah gelas yang setengahnya berisi dan setengahnya lagi kosong. Dengan demikian, kita telah mempunyai keinginan untuk selalu berpikir positif. Insya Allah, hati akan tetap terjaga dari kekotoran nafsu duniawi yang salah satunya menginginkan kita menjadi orang yang merasa pintar.
Ilmu memang sudah selayaknya berbanding lurus dengan datangnya masalah, agar kita selalu siap mencari solusinya. Bagian dari sukses seseorang adalah kemampuan dia keluar dari masalah dan mengatasinya. Setiap masalah pasti ada solusinya. Jadi, dengan ilmu, sebuah masalah dapat diatasi dan sebuah sukses akan dapat diraih.
Orang yang berhenti belajar berarti sudah selesai dengan urusan memperbaiki dirinya. Padahal, ujian dari Allah tidak akan pernah selesai selama seorang hamba hidup di dunia ini. Oleh karena itu, tanpa belajar terus menerus, seseorang tidak akan mungkin mampu mengatasi semua masalah hidupnya. Wallahua'lam
posted by : mBak ilfi 01/04/07 (sendiri di ruang rindu)
18:21 Permalink | Comments (0) | Email this
dan akhirnya...
setelah sekian lama vakum nggak nge blog, akhirnya sekarang saya muncul kembali...
karena kesibukan yang padat dan waktu yang tidak memungkinkan saya nge blog, akhirnya dengan sangat berat hati, saya CUTI dari aktifitas tersebut
dan akhirnya... sekarang, saya muncul kembali dengan semangat baru. MAAF kan kepada seluruh teman yang sempat mampir disini yang ternyata akhirnya kecewa karena SUDAH LAMA SEKALI blog ini nggak di up date
dan akhirnya... TERIMAKASIH kepada semua teman yang sudi mampir ke sini
apa kabarmu...
setelah lama kita tak pernah jumpa
banyak yang tlah berubah
dan kuingin dengar dari ceritamu...
sebenarnya, setiap purnama kunantikan hadirmu
dan hati penuh harap cemas
kau akan kembali padaku...
18:05 Permalink | Comments (0) | Email this

