05/05/2005
Ultah Anak-Anakku
Hari ini, 2 tahun yang lalu, lahirlah Ahmad Rauzan Ayyad
Kemarin, 5 tahun yang lalu, lahirlah Faza Muhammad Athaya
Bukan sesuatu yang di rencanakan kalau mereka lahir pada tanggal yang berurutan. Itu hanyalah sebuah kebetulan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Dan mengenai kelahiran mereka secara caesar, juga sama sekali bukan keinginanku.
Mereka berdua punya kasus yang sama, yaitu Placenta Previa, (terlilit placenta or bahasa jawanya : "kalung usus", yang konon menurut mitos, bayi yang lahir dalam kondisi demikian, kalo udah besar nanti, akan selalu cocok or pantas mengenakan pakaian apa saja). Faza terlilit di lehernya, sedangkan Rauzan di bahu kanannya. Padahal selama hamil, aku merasa baik2 saja. Bahkan, saat kontraksi, aku berusaha melahirkan secara normal, tapi takdir berkata lain, harus di caesar juga. Alhamdulillah, mereka lahir dengan selamat, sehat wal afiat.
Hari ini, Rauzan genap berusia 2 tahun. Alhamdulillah, dalam perkembangannya, dia normal2 saja. Usia 9 bulan sudah bisa jalan (kata ibuku, sama seperti akunya dulu) dan usia 1,5 tahun sudah banyak kosa kata yang dikuasainya walaupun dalam pengucapannya masih 'belepotan'. Sampai2 aku pernah berpikir, apa sebaiknya menciptakan kamus khusus untuk dia, hehehehe. Salah satu hobbynya ialah di foto. Dia bisa mejeng dengan berbagai gaya yang berlainan dan selalu siap bergaya apabila ada orang yang membawa kamera, padahal belum tentu mau ambil gambar dia... hehehe.
Kemarin, Faza genap berusia 5 tahun. Anakku yang satu ini cukup 'sulit'. Di usianya yang menginjak 5 tahun, dia belum mau sekolah. Banyak syarat yang diajukannya, seperti 'mau sekolah yang ada kolam renangnya', 'mau sekolah asal tiap hari melalui jalan tol', 'mau sekolah tapi harus ulang tahun' dsb... Dulu, waktu aku hamil dia, berat badanku merosot drastis hingga 11kg dari berat sebelum hamil. Padahal, seorang ibu hamil seharusnya berat badannya bertambah.
Alhamdulillah, keduanya merupakan anak manis yang selalu menurut apa kata orang tua. Namanya juga anak kecil, kadang ada aja tingkah laku mereka yang bikin senewen. Mungkin karena mereka berdua laki2 dan usianya tidak jauh beda, maka, berantem merupakan hal yang biasa terjadi. Dari mulai 'adu jotos' sampai 'plotot2an'. Tapi, semuanya itu hanya berlangsung sebentar saja. Setelahnya akan damai dengan sendirinya.
"Robbanaa hab lanaa min azwaajina wa dzurriyyatinaa qurrota a'yun, waj 'alnaa lillmuttaqiina imaamaa"
11:15 Permalink | Comments (1) | Email this
03/05/2005
Maafkan...
Setiap manusia, pasti punya kesalahan. Karena, manusia adalah makaanul khotoo' wa nishyaan. Kenapa pula harus merasa takut pada kesalahan?. Manusia perlu melakukan kesalahan supaya ia mengerti makna kebenaran. Tetapi, kesalahan yang tidak segera dilawan, lambat laun berubah menjadi kebiasaan buruk. Dan kebiasaan buruk yang tidak segera dilawan, lambat laun berubah menjadi gaya hidup.
Orang yang bisa melihat kekurangannya sendiri, dia akan mengetahui bahwa masalah yang harus diselesaikannya adalah dirinya sendiri. Setiap orang memiliki kekurangannya masing2, dan yang paling sulit dilakukan oleh manusia adalah membujuk dirinya untuk menerima kelebihan orang lain. Tidak ada seorang pun yang sanggup mengubah kejelekan seseorang kecuali dirinya sendiri.
"Jadilah kamu pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh". (QS. Al-A'raf 199).
Sangat tidak pantas menjauhi saudara hanya karena satu atau dua kebiasaan buruk yang tidak bisa diterima, sementara selebihnya baik. Satu atau dua kesalahan masih dapat dimaafkan, dan kesempurnaan adalah tingkatan yang sangat sulit dicapai. Menurut Abu Darda' (salah seorang sahabat Rasul), mencela teman itu lebih baik daripada harus kehilangan dirinya. Siapa orangnya yang bisa mendapatkan segalanya pada diri saudaranya?.
"Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa". (QS. An-Najm 32)
***Saudaraku, siapa yang bisa mendapatkan segalanya dari saudara kalian?. Sisakan sedikit dari dirimu agar engkau tidak bosan kepada yang tak kau beri. Orang yang punya akal sama, tidak akan menipu rekannya, yaitu orang yang memiliki segalanya dari saudaranya***
Janganlah hanya karena satu aib tersembunyi atau dosa kecil yang sebenarnya bisa ditutupi oleh kebaikan yang lebih banyak, kita menjadi jauh dari seseorang yang pernah kita puji latar belakangnya, yang pernah kita terima kehidupannya, yang pernah kita ketahui kemuliaannya dan yang pernah kita ketahui kemampuan berpikirnya. Karena, kita tidak akan mendapatkan seorang pun yang sopan tanpa satu aib atau dosa.
***Siapa orang yang bisa engkau terima semua sikap hidupnya?. Cukuplah seseorang itu dikatakan mulia bila aibnya bisa dihitung***
Adanya kekurangan pada seseorang, membuat kita menjauhinya dan berburuk sangka. Padahal kita tidak melihatnya sendiri. Hendaklah semua kekurangan itu dialihkan ke dalam jiwa yang lapang dan hati yang damai. Sebab, orang terkadang lalai untuk memperhatikan jiwanya yang merupakan bagian paling dekat dengan dirinya. Janganlah engkau rusak hubunganmu dengan seorang teman oleh prasangka buruk, padahal sebelumnya engkau yakin benar akan kebaikannya.
***Mereka adalah manusia dan dunia yang tak mungkin lepas dari kotoran, yang membosankan mata. Tidak adil jika engkau menginginkan orang yang sangat sempurna, sementara engkau sendiri tidak sempurna. Berlindunglah kepada Allah jika kau jumpai kemarahan. Itu tak lain adalah cumbuan orang yang ditaati atas orang yang menaati***
"Seandainya tidak karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih dari perbuatan keji dan mungkar selama-lamanya" (QS. An-Nur 21)
12:05 Posted in Life | Permalink | Comments (1) | Email this
02/05/2005
Nyobain Jalan
Kemaren, aku dan suami menghadiri acara family gathering yang diselenggarakan oleh Telkom di Senayan. Wah, cuaca cerah dan udara pun segar. Enak buat jalan pagi dan sedikit menggerakkan badan bersama Fahmi, instruktur senam yang biasa nongol di Anteve, yang kebetulan hadir pada acara tersebut.
Karena matahari sudah beranjak naik, menandakan hari semakin siang, kami memutuskan untuk meninggalkan Senayan. Ooow, hari Minggu ya, hampir lupa. Pantesan aja jalanan sepi. Kemana ya enaknya?.
"Uji coba jalan Tol Sadang-Bandung, dibuka untuk umum", sekilas kubaca tulisan di samping Tol Semanggi. Wah, apa salahnya nih dicoba...
Akhirnya kami meluncur memasuki Tol Semanggi terus menuju Tol Pondok Gede Timur terus dan terus sampai pintu keluar Sadang. Eh, kok lanjut... terus dan terus dan terus... Waow, udah nyambung ternyata. Walaupun jalannya masih sangat kasar dan finishing yang belum sempurna. Banyak pekerja2 dan material2 berserakan di pinggir jalan. Dan juga karena masih baru, belum ada tempat istirahat.
Oh My Gosh... pemandangannyaaaaaaaaaa... Subhanallah deh, indaaaaaaaaaahhh buangeeet. Kanan kiri tampak kebun teh dan tampak dari kejauhan pegunungan yang saat itu diselimuti kabut tipis, dibawahnya terhampar tebing2. Masya Allah, sungguh indah.
Tak terasa pintu keluar Pasteur tinggal 500m lagi. Cepet banget yaks, tadi masuk Tol Semanggi jam menunjukkan pukul 08.35, sekarang jam baru menunjukkan pukul 09.20... heeeiii, cuma 2 jam jek ke Bandung!!!!!. Waaaaa, kabar gembira ini harus segera kusampaikan ke temen and sahabat2 ku neh. Langsung aja aku SMS mbak Mei dan angk 17. Sambutan mereka macem2, ada yang bilang aku ketinggalan berita lah, norak lah, ada juga yang langsung ngajak jalan minggu depan. Respon mbak Mei lain lagi, "cita2 kita terkabul dong bisa PP ke Bandung for shopping...", jawabnya via SMS.
Dari Pasteur, kami menuju Punclut di daerah Ciumbeuleuit (bener gak yah tulisannya). Iseng aja jalan kaki naek ke bukit sambil liat orang jualan macem2. Ada kelinci besar dan bulunya jembrong, gemeeesss pisan. Saung2 nasi timbel berjejeran, menyebarkan aroma masakan khas sunda yang bikin lidah menari dan perut berbunyi. Slruuuppp.....
Hanya setengah jam kami di Punclut, kemudian langsung menuju Cisangkuy untuk menikmati segarnya Yoghurt Strawberry special Lychee... hmmm,,, zegggaaarrr... Tak lupa kami mencicipi serabi panas yang dibuat dari tepung beras dan dimasak menggunakan tungku tanah liat. Disekitar Gasebu, banyak dijual makanan2 tradisional yang tidak dijumpai di Jakarta.
Hmmm, huaaahhhmmm,,, nguantuuuk jek. Pulang ke rumah aaah... Lho kok disekitar Pusda'i macet, Pasar Suci, ada rame2, ada yang bawa kamera segala... Ada apaan?. Ternyata lagi ada shooting reality show "uang kaget". Oooh...
Belok kiri, menuju TMP Cikutra, mentok ke kiri 100m, terus ke kanan masuk jalan Cukang Kawung. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di rumah mungil kami. Kayak mimpi yah, tadi jam 07.00 masih di Jakarta, sekarang jam 10.00 udah di Bandung.
Jalan Tol itu, dibangun untuk menyambut 50th Konferensi Asia Afrika. Lumayanlah, meskipun terkesan sangat dipaksakan, tapi sangat menguntungkan buat kita orang Indonesia, terutama buat yang suka weekend ke Bandung, bisa memperpendek jarak dan waktu.
06:25 Posted in Travel | Permalink | Comments (0) | Email this

