11/06/2005

Welcome to Medina

Medinah, 30-05-05

20.00 KSA Time. Alhamdulillah, pesawat Saudi Airline mendarat dengan mulus di Bandara Prince Muhammad, Medinah. Wew, kayak mimpi aku nyampe lagi di tanah suci. It's okey, coz of my pray, God, let me come to your holy land more and more... Innallaaha samii'ul bashiir.

Antrian di imigrasi tidak terlalu panjang, tidak seperti di King Abdul Azis. Lancar, jama'ah cukup terkendali dan barang2 langsung ditemukan oleh jama'ah masing2. Mister Kadeer (@!?"%&#$&*#@), dengan senyum dan sapaan khasnya, menyambut kami di pintu keluar. Dan langsung mempersilakan para jama'ah untuk naik ke bis.

Perjalanan Bandara Medinah-Hotel Saha Al Safir, hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam, kemudian langsung menuju ruang makan untuk pembagian kunci kamar. Aku masih meraba2 dan menerka2 bagaimana karakteristik jama'ah kali ini... Mudah2an anteng dan penurut, sepertinya sih begitu...

Masuk kamar 1510, aku langsung merebahkan diri. Kulihat mbak Henny mulai sibuk calling sana sini untuk memastikan everything will be ok. Salut, she is a perfectionist. Jarang kutemui wanita seperti dia. She always enjoy for the job, walopun kadang marah2. Wajar ah,,,

31-05-05
Subuh, KSA Time. Waks, udara cukup panas, menyengat menusuk wajah mulusku... Hmmm, untungnya aku sudah memprediksi bagaimana hawa Saudi bulan2 ini. Pasti akan sangat panas. Bayangin, subuh2 gini bisa mencapai 37celcius!!!. Yang biasanya di Jakarta, hawa subuh sangat sejuk, membelai2 sehingga sering melenakan manusia untuk segera menunaikan sholat subuh... Assholaatu Khoirumminannauum...

Setelah subuhan, do'a and qiroatul quran, aku santai dulu, seperti biasa memandangi langit2 masjid dengan interiornya yang sangat artistik dan futuristik. Aku menunggu saat2 kubah di buka, sembari merebahkan diri di karpet Nabawi yang indah dan empuk, sehingga bisa memandang langit fajar dan burung2 beterbangan. Tapi, waow,,, apa daya, ini perut masih Indonesia Raya, dia menyanyi dengan merdunya. Breakfast time, aku bergegas pulang ke hotel. Kusantap hidangan futur dengan nikmat dan lahap.

Setelah cukup kenyang,,, now, time for ziarah... city tour kota Medinah yang selalu kutunggu2. Karena, aku bisa merasakan perjuangan para sahabat dalam menegakkan islam. Masjid Quba' yang begitu megah, tak pernah di sangka akan semegah ini. Dahulu hanya bertiang batang pohon kelapa, beratapkan daun kelapa. Kemudian Bilal mengumandangkan adzan yang pertama,,, Allahu Akbar2x... hiiih... mrinding... Kemudian Rasulullah datang dengan mengendarai onta kesayangannya di sambut dengan lagu "tola'al badru 'alayna..."... sungguh,,, walaupun aku tidak menyaksikan secara langsung, tapi aku dapat merasakan... Subhanallah.

Masjid Qiblatain, Khandaq, Jabal Uhud dan terakhir Kebon Korma, kunikmati dengan hati riang, foto sana sini, mejeng dan bermanja2 dengan jama'ah. Udara sangat menyengat, sehingga banyak jama'ah yang tidak turun dari bis.

10.00 KSA Time. Bis merapat di depan Hotel Safir, jama'ah langsung berhamburan turun dari bis menuju lobby dan kemudian masuk ke kamar masing2. Udara sangat tidak bersahabat. Ups, tapi aku tidak boleh mengeluh. Karena, kata ibu, semakin kita mengeluh, akan semakin kita kepanasan.

Akhirnya waktu dhuhur pun tiba. Aku pun bergegas lari ke masjid. Tak ada kompromi meskipun panas. Lha iya, aku kan datang ke Medinah ini apalagi kalo bukan untuk selalu jama'ah di Nabawi Mosque, pahalanya berlipat, sangat sayang untuk di lewatkan.

Sekembalinya ke hotel, aku diajak mbak Heny untuk silaturahmi ke tempat ibu Feni. Masya Allah, khilafku ya Allah... Sudahlah, aku tidak bisa menceritakannya disini apa yang aku lihat. Sungguh sangat ironis, sementara aku berada di kota suci ini untuk beribadah, tetapi aku menghadapi kenyataan yang sangat menyesakkan dada dan sangat tidak mengenakkan hati. Aku SMS ke Zaki, "tau gak zak, sy lg d salon bu feni. gila deh. ada butiknya jg, bnyk penjahit. udh gt, pegawainya cewek indo semua, di dlm rmh bjnya kok bgini smua zak, buka2an, singlet, kliatan ora genah, getun sy, d mdnh kok ada ginian. astaghfirullah. piye wis ki zak, dosa aku. soale aku g ada alesan, d ajk b henny, manut wae. pdhl rugi ashar nih".

Dengan harapan, Zaki akan membalas SMS ku dan akan segera menjemputku ke lokasi yang entah dimana dan apa namanya. Hatiku merasa gak enak sekali, sungguh. Aku merasa sangat berdosa ke semua orang yang sudah mempercayaiku untuk menjalankan ibadah umroh ini. Tapi, hati kecilku mengatakan, Insya Allah kalo aku gak macem2, everything will be allright. Dan aku selalu ingat nasehat ibu, apapun yang kamu kerjakan dan yang terjadi, kamu harus selalu ikhlas dan tawakkal 'alallah...

Malamnya, Zaki menemuiku di hotel, dan aku langsung menceritakan apa yang kualami siang tadi. Zaki pun terkaget2 dan setengah menyalahkan diriku, kenapa aku mau saja di ajak keluar haram tanpa didampingi olehnya. Akupun tidak bisa berkata2, ya sudahlah, yang terjadi biar saja terjadi.

Malam itu, Zaki membawakanku roti Tamisy dan Full kesukaannku. Aku pun mengenalkan siapa Zaki kepada para jama'ah, biar tidak timbul fitnah. Tak lupa, akupun membagi2 oleh2 dari Zaki, dan semua jama'ah keheranan, kok bisa aku doyan makanan kayak gitu... hehehehe...

Zaki banyak curhat tentang keadaan dirinya saat ini. Dari mulai ujian sampai keinginannya untuk segera menikah. Hmmm, padahal usianya baru menginjak 26 tahun. Alasannya, dia sudah sangat capek pacaran2 terus tanpa status yang tidak jelas. Buang2 duit dan waktu. Sekarang dia lagi pedekate sama mahasiswi Indonesia yang sedang kuliah di Sudan. Setelah dia menceritakan siapa cewek tersebut, aku langsung mengangguk setuju, karena aku dan suami sangat mengetahui siapa dan bagaimana keluarganya.

Aku menyerahkan novel Ayat-Ayat Cinta. Menurutku, novel tersebut sangat mewakili perasaan mahasiswa Indonesia di rantau. Aku menceritakan khulashohnya ke Zaki, dan dia hanya senyum2 sambil berkata bahwa sudah tidak sabar untuk segera membacanya.

Berhubung malam sudah larut, Zaki pun pamit pulang...


22/05/2005

T A K D I R

Ingat lagunya Desy Ratnasari yang judulnya "TAKDIR"?. Lagu itu akhirnya jadi kontroversi karena salah satu syairnya berbunyi "takdir memang kejam" (dan akhirnya di revisi). Ternyata, buatku sekarang ini, yang namanya takdir itu sangat baik, sangat indah, sangat nikmat dan sangat anugerah.

Setiap manusia, khususnya seorang mukmin yang beriman, wajib mempercayai adanya takdir. Karena merupakan rukun iman yang ke-6, percaya kepada Qadha' dan Qadr Allah.

Segala sesuatu yang dilakukan manusia di dunia ini, pasti selalu didahului oleh pengetahuan Allah, yaitu takdir-Nya. Apa saja yang Allah kehendaki, pasti terjadi dan apa saja yang tidak dikehendaki-Nya, tidak akan terjadi. Manusia boleh berencana, tapi Allah yang menentukan. Tiada daya dan tiada pula kekuatan manusia, melainkan dengan pertolongan Allah.

Sebulan yang lalu, aku ditawari mbak Heni untuk jadi tour leader jama'ah umroh group tgl. 30 Mei, karena saking banyaknya jama'ah. Setelah dipikir2, walaupun biaya yang ditawarkan hanya separo harga, aku harus minta izin suami. Tetapi, aku lihat sepertinya jama'ah kali ini kebanyakan dari Pekalongan yang sebelumnya aku sudah tau dan mengenal siapa mereka, (maaf, tidak bisa kusebutkan disini). Aku pun minta pertimbangan ibu, dan ternyata, beliau juga keberatan.

Sudah, lupakan saja. Mungkin belum rezekiku tahun ini berangkat umroh. Timbul keyakinan dalam hati, bahwa kemungkinan besar aku akan berangkat, i dunno, how's the way. Setiap saat aku sholat, kebayang2 indahnya Haramain dan merdunya suara imam melantunkan ayat2 suci. Tapi, selalu kutepis keyakinan itu dengan beranggapan, kalau takdirku harus ke sana, ya pasti berangkat.

Sekian lama berlalu, suatu sore aku mendapat sms dari mbak Heni yang masih terus membujukku untuk ikut bergabung dalam group 30 Mei. "Kowe ra pingin melu tenan?, nggo konco aku", katanya. Aduh, bagaimana ini, tawaran yang menggoda iman. Dalam hati aku berdoa dan terus berdoa sampai di tirakati puasa segala (hehehe, sorry Pa...). Bagaimana caranya aku minta izin ke suami nih nantinya, boleh nggak ya dan bagaimana reaksi dia mendengar izinku. Bismillah, aku mengirim sms ke dia dengan bahasa sehalus mungkin.

Wew, gak ada reaksi jek!. Ya sudah, berarti dia belum sepenuhnya mengizinkan atau bisa jadi dia lagi nyari kata2 dan waktu yang tepat untuk menyampaikan kepadaku.

Sampai suatu subuh, dengan segala kepasrahan rasa, aku mengutarakan niatku. Dan... "ya sudah berangkat Ma, hati2, ibadah yang bener"... ALHAMDULILLAAAHHH... Jawaban itu sangat melenceng dari perkiraanku dan sangat mengagetkanku, sungguh...

Takdir...
Wa maa tasyaauuna illa an yasyaa Allahu robbul 'aalamiin... dan kamu tidak dapat menghendaki/menempuh jalan itu, kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam. QS. At-Takwir 29

15/05/2005

5 Personality Types

1. LONER
Interested in ideas, likes freedom, working alone, dreams of being a writer or artist, prefers solitude to large crowds. Sometimes perfectionists, usually very opinionated, passionate about interests, sometimes stubborn, pushes others away.

2. 'I' PERSON
Thinks a lot about their image, likes to be the center of attention, dreams of being a film star, popstar, model or celebrity. Usually charismatic, fun to be around, but sometimes superficial and selfish outgoing personalilty, in the extreme obsessed with image and fragile/unable to take critism.

3. BALANCED (Opportunist, Moderation)
Could be succesfully at most professions, through hard work and perseverence, has several interests but no specific inclination, seeks opportunity rather than personal preference, adapts to situation. Flexible but sometimes indicisive or lacking loyalty (sense of obligation).

4. PRACTICAL
You're efficient, prefers working in groups, like helping others, dream of being a doctor, engineer or similar kind of skilled professional likes order and structure. Usually very skilled intelligent/capable, sometimes arrogant and critical.

5. MANAGER
You're naturally inclined to direct others, dream of being a politician, sports manager or bussiness executive. Charismatic, likes organization, take initiative and sometimes overbearing (annoying) "BOSSY", be assertive "take charge".