31/07/2005

31/07/1975 - 31/07/2005

Hari ini 30 tahun yang lalu...

Syukurku ya Allah, Engkau telah berikan aku kesehatan, kehidupan yang penuh barokah , istiqomah, mawaddah wa rohmah.

Hmmm... 30 tahun, life begin at thirty. Bisa melihat segala sesuatunya clearly, think forward and keep istiqomah, Insya Allah. When i feel like hope is gone, i'll look inside me and be strong, and finally i can see the truth…

Mendekatkan diri pada yang di Atas adalah hal yang tepat saat ini. Mau ngapain lagi, semuanya udah dapet. Suami yang ganteng dan sholeh, anak2 yang sehat dan lucu2, rezeki yang halal dan berkah, Insya Allah.

Sabar, ikhlas dan ketenangan batin yang di perlukan saat ini. Saatnya membuktikan diri, bukan mencari jati diri lagi. Jangan menengok ke belakang. Hari kemarin adalah pengalaman, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah mimpi. Jadi, bagaimana kita dapat memetik pelajaran dari pengalaman, menghadapi kenyataan dan meraih mimpi secara sempurna. Mengatur waktu dengan baik, tegas dalam mengambil sikap dan menatap lurus ke depan dengan langkah yang pasti.

Teman, hidup ini hanya satu kali, untuk apa kita menyiksa diri, hadapilah semua kenyataan yang ada serta raihlah cita2 hidup bahagia...

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada Mu ampunan, kesehatan dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan agama dan kehidupan di dunia dan akhirat dan beruntung memperoleh surga dan terhindar dari siksa neraka.

Ya Allah, aku mohon pada Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang luas, halal dan baik, hati yang khusyu’, lidah yang selalu berdzikir menyebut nama Mu, taubat yang diterima sebelum mati dan keampunan serta rahmat sesudah mati, keberuntungan memperoleh surga dan terhindar dari neraka dengan rahmat kasih sayang Mu. Berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah aku ke dalam golongan orang2 yang sholeh...

 

13/06/2005

Makkah Hilton & Towers

Mekkah, 05-06-2005
05.00 KSA Time. Waks!, telat neh subuh. Syaitonirrojiim. Tidur di Hilton banyak setannya neh... Padahal alarm plus morning call selalu aktif. Seumur2, baru kali ini aku tidur di Hilton, di Penthouse nya pula... Di Jakarta aja aku belum pernah, boro2 di Penthouse. Ini merupakan fasilitas dari mbak Henny, selaku boss Razek Tours yang sering menggunakan Hilton sebagai tempat hunian para jama'ah. Makanya, pihak Hilton memberikan bonus Penthouse. Wis pancen rezeki ku, yo ndilalah aku yang menikmatinya...

Apa mau dikata, walau telat, go to harom gak ada ruginya. Mejengin ka'bah lagi. Pagi2, udara lumayan sejuk, walau sebenarnya panas menyengat, tapi kalo sambil ngliatin ka'bah, semuanya jadi sejuk dan damai. Kulihat ke atas, merpati beterbangan, sebagian di depanku sambil mencari2 sesuatu yang bisa di santap. Qur'an juz ke 10, surat Attaubah, menjadi bacaanku. Nikmaaat, sungguh nikmat...

Memandangi orang2 thawaf, hatiku tergerak untuk melaksanakan thawaf sunnah. Targetku selama di Mekkah, setiap hari harus melihat dan menyentuh ka'bah, bagaimanapun caranya. Mumpung hari masih pagi, matahari belum terlalu menyengat, aku niatkan diri untuk melaksanakan thawaf sunnah. Santai, karena aku pikir, it's my time, so what gitu loh...

Putaran demi putaran kulalui dengan sangat khidmat, tak terasa air mata menetes deras. Semua orang2 yang dekat denganku, keluarga, teman, sahabat, handai tolan, berseliweran di hadapanku. Aku melihat mereka satu persatu, seolah minta di doakan. Aku tak kuasa menahan tangis, tatkala melintas di benakku, bayangan adikku,,, dia sempat berpesan agar didoakan supaya cepat mendapat keturunan lagi...

Menjelang waktu dhuha, aku pulang ke hotel sejenak, untuk mengisi perut yang sudah mulai menyanyi. Wush!!!, AC Hilton menyambar, membelai2, membuat sekujur badan terasa sejuk, serasa ingin segera masuk kamar dan memeluk bantal. Ah, syaitonirrojiim... Ya Allah, kuatkan imanku.

Langsung menuju lantai 26, ruang makan, whew... sungguh nikmat suguhan nasi goreng plus telor dadar and sambal. Tak lupa aku membuat minuman favoritku, teh celup Lipton (yang di celup terus sampai pekat dan agak pahit) di campur dengan 1 sendok kecil gula dan 3 sendok kecil susu bubuk... hmmmmm,,, rasanya, tiada yang dapat menandingi. Dengan lahap aku menyantap hidangan breakfast sambil sesekali godain para mutowwif, kang Aep dan Hamzah.

Setelah kenyang, aku menuju kamar, kulihat mbak Henny sedang sibuk dengan pekerjaannya. Aku langsung mandi, membersihkan badan dan berwudhu untuk segera pergi ke harom untuk melaksanakan dhuha. Waktu menunjukkan 10.00 KSA Time.

Sesampainya di harom, kulihat masih agak lengang. Sengaja aku pilih tempat yang ber AC, agar nyaman. Setelah sholat dhuha, aku berdoa. Kali ini bayangan suamiku menari2 di hadapanku. Ingin rasanya pada saat2 seperti ini aku berada di sampingnya, sholat, ngaji dan berdo'a bersama. Karena tak tahan, aku kirim SMS ke dia, "pap, lagi apa?. kpn2 qta brdua hrs ngrasain umrh wkt2 bgini. nikmat bgt. bs itikaf dg tenang, nyaman, khusyu'. ma2 jrg plg k htl. hbs subuh g plg smp dhuha, trs sarapan, jam 10.00 brkt lg smp dhuhur. plg istirht, ashar k msjd lg, sore hunting wth jama'ah. mghrb smp isya, plg mkn, tdr. thjd smp subuh. nikmaaat bgt".

12/06/2005

Rembulan Tersenyum di Langit Ka'bah

Mekkah, 01-06-2005
01.00 KSA Time. Fabiayyi aalaa i robbikumaa tukaddzibaan,,, maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan???. Ada Ka’bah di depanku, lagi. Ya Robb, izinkanlah aku kembali ke baitullah ini karrootin marrootin...

Dalam keadaan ihrom, aku memulai thawaf dengan mengucap ”bismillaahi Allaahu Akbar”, sambil melambaikan tanganku ke arah Ka’bah. Subhana malikul qudduusss, keadaan sekitar Ka’bah malam itu sangat lengang, begitupun Hajar Aswad. Aku sangat tak tahan untuk segera menghamburkan diri dan kemudian mencium sepuas hati batu hitam yang terletak di sudut Multazam itu.

Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?. Dengan lancar dan seolah di tuntun oleh para malaikat dan bidadari, aku mencium Hajar Aswad, puas dan puas, walaupun kalau boleh dikata, tidak akan pernah puas untuk mencium batu hitam itu. Alhamdulillah... air mata menetes tak terhingga...

Menginjak putaran terakhir, mataku tak sengaja melihat keatas langit. Dan sungguh, seakan2 rembulan tersenyum ke arahku, seolah berkata, ”salaamun ’alaa man ittaba’al hudaa”... Segera kuselesaikan thawafku dan langsung menuju Multazam, berdo’a kepadaNYA, memohon ampun atas segala dosa2ku dan mohon petunjuk agar selalu di beri kenikmatan, kemudahan dan barokah dalam menjalani kehidupan.

Setelah menyelesaikan rangkaian thawaf, aku bergegas menuju bukit Sofa untuk melaksanakan sa’i. Kujalani dengan khidmat perjalanan dari bukit Sofa ke bukit Marwah sebanyak 7kali, sambil merasakan perjuangan Siti Hajar dalam mendapatkan air untuk memberi minum kepada bayi mungilnya, Ismail. Tidak dapat kubayangkan, betapa panasnya waktu dulu, tidak beratap dan di sekitar hanya terlihat sokhro' (padang pasir). Sekarang sudah sangat nikmat dan nyaman, beratap, ber AC, berdinding dan berubin marmer. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dusatakan???.

Perjalanan sa'i terakhir mendaki bukit Marwah, aku jalani dengan keadaan sedikit lelah. Alhamdulillah, setelah mbak Henny menggunting rambutku (tahallul), selesailah sudah rangkaian umroh ku yang pertama. Aku berniat, akan melaksanakan umroh berkali2, semampuku. Insya Allah sahhil umuuronaa...