05/05/2007

5/5/2003 - 5/5/2007

selamat ulang tahun

sayangku Ahmad Rauzan

jadi anak sholeh ya, sayang papa-mama

04/05/2007

4/5/2000 - 4/5/2007

medium_rauz_faaaz_dino11.jpg

selamat ulang tahun mas Faza

jadi anak sholeh ya

sayang papa-mama

kakak-kakak dan adik-adik juga

sayangi saudara, sayangi sesama

dengan cinta...

19/04/2007

kemsor vs mensa

      Ternyata, dalam kehidupan ini, telah timbul suatu kekhawatiran pada setiap generasi. Beberapa hari yang lalu, saya chatting dengan sahabat yang usianya 11 tahun di atas saya. Seperti biasa, saya ngobrol ngalor ngidul dengan penuh keakraban, saling ngledek, nggodain, becanda, layaknya hubungan kakak adik. Demi Tuhan, kalo lagi ngobrol/chatting, saya tidak pernah bermaksud menggurui, sok tau apalagi menasehati semua sahabat saya even dia lebih muda apalagi yang lebih tua. Kalo dengan yang lebih tua, saya cenderung minta pendapat dan nasehat, karena wajar saja, dia kan hidupnya udah lebih lama dari saya. 

      Percakapan berikut ini, secara drastis membuat hilang ke pede an saya dan secara otomatis pula menyadarkan bahwa BETUL saya memang anak ‘Kemsor’ ;

Masp : wah itu sih kuno, jamannya ibu ku dulu udh ngomong spt itu

Masp : wakakakak

Saya : kok ngakak? kuno ya? wah aku gag tau

Saya : kan aku baru lahir setelah Masp lulus SMP, kasian yah gue

Masp : iya anak kemsor

Masp : kemarin sore...

      Ciri-ciri anak Kemsor adalah : belum banyak tau apa-apa, masih penasaran tentang segala sesuatu sehingga ingin mencoba segalanya dan berusaha mencari eksistensi untuk dapat mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan sosial supaya diakui keberadaannya. Isn’t it?... bisa jadi. 

      Sahabat saya tadi, menganggap saya termasuk kategori anak Kemsor. It’s ok, saya terima. Sebenernya tergantung bagaimana cara sahabat saya tadi menyikapi hidup, mungkin saja dia tidak atau belum bisa terima apabila eksistensi dirinya tergeser oleh anak-anak Kemsor. Ya, karena sahabat saya itu masuk dalam kategori Mensa alias Menjelang Senja.

      Beberapa belas tahun ini, saya hidup bersama dengan seorang laki-laki yang ‘harusnya’ masuk kategori Mensa. Ya, antara saya dan suami terbentang jarak yang cukup lumayan jauh, setahun lebih muda dari usia sahabat saya tadi. Kami memposisikan diri sebagai partner, teman, sahabat, kakak-adik, musuh, lawan, kawan, guru, murid dan sebagainya. Alhamdulillah, selama belasan tahun hidup bersama, gag ada tuh gap secara tajam antara saya dan suami. Kami saling menghormati, pengertian, memberi, menerima segalanya tentang apa saja. Segala hal yang memang saya belum tau, saya tanyakan kepadanya, dan segala hal yang dia sudah tau, secara otomatis dia akan memberi tau saya, that’s it. 

      Seharusnya, antar generasi tidak boleh saling meremehkan, malah saling mendukung. Karena, circle of life nya memang begitu. Siapa yang akan menggantikan generasi berikutnya, harus dipersiapkan dulu agar keberlangsungan hidup dapat berjalan secara seimbang dan harmonis. Yang lebih duluan nongol di dunia ini, membimbing yang dibawahnya, jangan malah dijadikan saingan.

      Bisa jadi, sahabat saya itu selama hidupnya dikelilingi oleh generasi-generasi Mensa dan bahkan Butan (Bau Tanah). Makanya, sepertinya dia gag siap nerima anak-anak Kemsor, apalagi generasi TP (Tadi Pagi). 

      Coba lihat, anak-anak Kemsor yang sudah dapat diperhitungkan eksistensinya ; di kalangan artis ada Krisdayanti, Maudy Kusnaedy, Alya Rohali, Melly Goeslaw, Siti Nurhaliza, Anjasmara, Tora Sudiro dll. Di kalangan politisi ada Angelina Sondakh dll. Di kalangan kerohanian ada Jeffry Al Bukhori, Arifin Ilham, Yusuf Mansur dll. Dan di kalangan atlet, ada Angelique Widjaya, Taufiq Hidayat dll. See, apa yang sudah mereka perbuat?. Apakah itu semua akan menjadi hantu untuk generasi Mensa seperti sahabat saya tadi?. Semoga tidak, kami hanya berbuat apa yang kami mampu, yang kami bisa. Tidak ada niatan sama sekali untuk mengungguli generasi sebelumnya.

      So, janganlah menganggap remeh sesuatu kalo anda tidak mau diremehkan. Tapi, saya mengucapkan terimakasih kepada sahabat saya, Masp, yang telah mengingatkan saya sebagai anak Kemsor. Itu merupakan cambuk bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi dan terbaik agar tidak salah melangkah nantinya.