15/04/2005

With Ayat-Ayat Cinta

Nikmatnya bedrest di kamar. Karena blooding yang aku alami, dua hari ini dokter menyuruhku bedrest total. Benar-benar kunikmati kesempatan ini.

Sambil baca Ayat-Ayat Cinta nya Kang Abik. Uuuh, serrruuu abiiizzz... berbagai perasaan muncul, emosi di aduk-aduk. Gile beneeer tuh novel, Mesir awiii... Jadi mengingatkan aku saat2 berkunjung ke sana. Ada 'ashir mangga, ruzz billaban, kuftah, 'isy, 'ashir ashab, dhab mashri (hehehe), bahkan Babay pun ikut disebut. Cuma satu yang gak disebut, THO'MIYAH... wew, my fave food. Mungkin si penulis gak suka makanan yang sering kusebut 'perkedel arab' itu. Hehehe...

Kesempatanku berkali-kali mengunjungi Negeri Seribu Menara, kumanfaatkan untuk menyelami kehidupan sosial dan mencicipi hidangan khas Mesir yang variatif. Banyak teman-teman yang bisa kuajak jalan.

"Salah satu keindahan hidup di Mesir adalah penduduknya yang lembut hatinya. Jika sudah tersentuh, mereka memperlakukan kita seumpama raja. Mereka terkadang keras kepala, tapi jika sudah jinak dan luluh, mereka bisa melakukan kebaikan seperti malaikat. Mereka kalau marah, meledak-ledak. Tapi kalau sudah benar-benar reda, benar-benar reda dan hilang tanpa bekas. Tak ada dendam di belakang yang diingat sampai tujuh turunan seperti orang Jawa. Mereka mudah menerima kebenaran dari siapa saja", begitulah salah satu penjelasan yang ada di novel tersebut.

Pancene yo ngono iku wong Arab. Atos, rak gelem ngalah, maunya menang sendiri, tapi sebenarnya hatinya sangat lembut. Persis kayak orang BTW... hehehe. Tapi aku menghargainya. Setiap orang pasti punya perasaan begitu, atau lebih halusnya 'egois'. Wajar, untuk self defense.

Banyak nasehat-nasehat bagus yang aku jumpai di novel ini. Bener-bener sebuah novel pembangun jiwa. Gak melulu membahas tentang percintaan, tapi selalu di selingi dalil-dalil dari Qur'an, Hadits dan ijma'2 ulama yang sepertinya sangat dikuasai oleh penulis.

"Teladan orang-orang bercinta adalah Baginda Nabi. Cinta sejati adalah cintanya sepasang pengantin yang telah diridhai Tuhan dan didoakan seratus ribu malaikat penghuni langit. Tak ada perpaduan kasih lebih indah dari pernikahan, demikian sabda Baginda Nabi".

Ya benar, cinta sejati akan muncul secara tiba-tiba antara lelaki dan perempuan apabila keduanya sudah terikat suatu ikatan yang sah dan halal, pada saat tidak ada suatu penghalang apapun. Semua kebaikan dan kejelekan akan terungkap dan kita harus menerima semuanya itu dengan ikhlas.

"Bahwa dalam bersuami istri selalu ada dua kemauan, watak, sifat yang terkadang berbeda. Seni mengolah perbedaan menjadi sebuah keharmonisan, ibadah itulah yang harus diperhatikan".

Aku sangat menikmati novel ini. Hanya butuh waktu sehari semalam, selesai kubaca. Sambil membayangkan tempat-tempat yang mayoritas pernah aku kunjungi. So romantic. Tapi, kotornya itu yang bikin aku gak tahan. Budaya kali ya. Sangat berbeda jauh dengan Singapura yang bersih dan tertib teratur. Tapi, aku gak kapok untuk kembali kesana...

02:45 Posted in Books | Permalink | Comments (1) | Email this