06/04/2007

kenapa di Inggris dingin?

Sejak kedatangan saya di Inggris 2 minggu lalu, yang selalu saya rasakan dan menurut saya sangat mengganggu adalah : cuaca. Saya selalu merasa kedinginan. Bisa jadi, karena saya berasal dari negara beriklim tropis dan tidak terbiasa menghadapi udara dingin.

Menurut cerita teman saya, di Inggris jangan pernah percaya kepada “3 W”, yaitu “Woman”, “Weather” dan “Work”. “W” yang pertama dan ketiga, gag saya pikirin. Nah, “W” yang kedua itu yang akan selalu saya pikirkan dan rasakan.

Selama di Inggris, saya memang kemana-mana. Beberapa kota dan daerah saya singgahi, macam-macam saya temui dan banyak yang beda dari sekian tempat yang saya kunjungi. Persamaan nya cuma satu : DINGIN.

Mendarat di Manchester, belum apa-apa saya sudah merasakan itu. Padahal saya sudah well prepare segala sesuatu yang berkenaan dengan  baju. Koper saya jadi tebal, tapi tidak berat, karena mayoritas isinya mantel, jacket dan long coat dan sejenisnya untuk mendukung kehangatan saya.

Perjalanan Manchester-Keighley, hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam. Saya tiba pagi hari, walau di dalam mobil dalam keadaan hangat, tapi saya bisa membayangkan betapa dinginnya diluar sana. Temperatur di mobil menunjukkan angka 2 drajat celcius, hehehe… hal yang sangat aneh bagi saya.

Selama di Keighley, setiap hari saya memeluk heater di ruang keluarga host family. Si ayah sampai terheran-heran dan sempat komentar, this only for u, if u r not here, we never turn it on. hehehe, kasian ya saya… Pernah suatu hari, saya mencoba membantu nyuci piring. Tuan rumah sudah melarang, tapi karena saya numpang, gag enak kalo diem saja. Apa yang terjadi?, baru megang kran air, saya sudah treak-treak kedinginan. Seluruh rumah menertawakan saya…

Daerah tersebut memang agak sedikit lebih dingin dibanding London , karena terletak di bagian north. Sesekali saya curhat dengan beberapa kerabat dan teman di London tentang kedinginan saya, alih-alih memberi nasehat, malah ada teman yang menyarankan agar saya selalu memeluk kompor dan knalpot apabila masih merasa kedinginan juga… sialan.

Saya juga mengunjungi daerah-daerah sekitar Keighley seperti : Ilkley, Skipton, Bradford, Leeds, Liverpool . Pemandangan yang sungguh sangat indah yang tidak akan saya jumpai di Jakarta. Saya sangat terkesan dengan green field yang diatasnya terhampar domba-domba berbulu tebal putih bersih yang secara khusyuk menyantap rumput.  Tapi, kesan saya masih sama : DINGIN. Untung tuh si embek punya bulu tebal, kalo enggak, kayaknya sama seperti saya deh, KEDINGINAN.

Beberapa hari di Keighley, kemudian saya pindah ke London . Dua orang teman yang menjemput saya, baru bisa komentar kalo memang di Keighley lebih dingin dari London . Termasuk salah satu nya yang menyarankan saya untuk memeluk kompor dan knalpot…

Sampai di London, memang udara agak hangat. Masih dingin sih, tapi kalo dibanding di north, masih mendingan lah. Kayak di Puncak gitu… Cuma ya bagi saya, tetep aja dingin. Saya sempat bertanya dalam hati, kapan sih saya bisa merasakan kepanasan selama di Inggris?, saya jawab dalam hati juga, oh nanti mungkin kalo sudah agak lamaan tinggal di sini.

Suatu hari, saya diajak jalan oleh teman ke daerah  Oxford dan Windsor . Dengan harapan dapat menikmati pemandangan dan merasakan udara hangat. Susah payah saya menahan dingin agar gag dikatain norak. Padahal, asli… saya hampir nyerah gag mau keliling-keliling. Tapi masak saya menolak, wong dia dan keluarganya sudah meluangkan waktu weekend nya untuk saya.

Saya juga mengunjungi Luton, ke rumah tante saya. Hihihi, masih sama judul nya DINGIN. Malah menurut saya, lebih dingin dari London. Dan yang bikin saya terbengong-bengong adalah, di rumah itu gag ada heater !!!, karena anak-anak tante saya tidak bisa merasakan udara panas, sedikit saja merasakan hangat, badan mereka gatal-gatal dan akan rewel. Walhasil, semaleman saya gag tidur, walau selimut sudah super tebal, tetap saya menggigil dan kaki kram terus sepanjang malam…

Waktu saya ke Bristol, saya di ajak oleh keponakan saya ke daerah Bath. Waduuuh… pemandangan dan kota nya sungguh sangat indah. Tapi, seperti biasa, saya tidak 100% menikmati, karena ya itu tadi, hihihi… DINGIN. Saya lebih konsentrasi untuk menjaga tampang saya agar gag kliatan kedinginan kalo di foto, hahaha… ternyata, 70% tampang saya di foto menggambarkan betapa saya tersiksa karena KEDINGINAN…

Suatu hari, saya ngobrol dengan teman. Saya tanya, kenapa sih INGGRIS dingin?. Dia jawab : “soalnya pake es…”. Maksudnya???... “Iya, kalo gag pake es, jadinya INGGRI dong…”. SHUT UP !!!.

London , 17 Maret 2007

 

Post a comment