27/08/2006

Re: Aku Ingin ke Rumah Tuhan

Sahabat…

Maukah kutunjukkan jalan ke rumah-Nya?

Banyak orang yang sering melewatinya

Tapi lupa mengetuk pintu-Nya

Atau memang lupa nama jalannya

Hingga harus jauh berputar,

Berkeliling

Mengacak semua rumah-rumah dan pasar-pasar

Padahal rumah-Nya dekat sekali dengan rumah kita

Dekat dengan rumah semua

 

 

Sahabat…

Maukah ku tunjukkan dimana rumah-Nya?

Jalannya lurus

Kadang sepi karena harus sendiri

Kadang terjatuh, ditertawakan, tapi kau harus berdiri lagi

Warna gerbangnya putih tulus

Tanpa warna buram

Apalagi kelam

Besar dan luas

Tanpa batas

Andai seisi dunia ini masuk bersamaan pun,

Masih sangat cukup sekali

 

 

Jalannya lurus,

Kanan kirinya banyak gang kecil

Yang ramai menggoda agar kau sudi mampir

Para kurcaci, yang bersemangat menawarkan pundi2

Bila kau tak mau

Mungkin mereka akan menarikmu

Dengan ribuan tali

Melemparmu dengan berkarung duri

Atau menginjakmu agar tak bisa berdiri lagi

Mampir saja ke gerbang-Nya

Kau akan bisa melihat jelas dimana letak pintu-Nya

Sahabat…

Ketahuilah, rumah-Nya tanpa jarak

Betul…

Tanpa terbatasi tempat

Dia mendengar, kapan saja kau memanggil

Dia sangat tahu saat kau tersedu...

Dia menerima kapan saja kau bertandang pada-Nya

Pintu-Nya terbuka, tanpa penjaga

 

 

Rumah-Nya sangat dekat

Tanpa sedikitpun ada sekat

Bila kau mau mendekat

Kau pasti akan terpikat

 

 

Rumahnya sangat dekat

Hingga sering tak terlihat...

<thanks to zaki in medina, sempet2nya ente bikin ginian...>