16/07/2006

Nyari Jodoh

Tung tung, tung tung,,, ada sms masuk ke hp saya, malam2 begini?, siapakah gerangan?. Ah, dari seorang kawan lama rupanya yang sebenarnya perkenalannya juga secara tak sengaja. “Fi, sahabatku minta dikenalin cewek untuk dijadikan istrinya. Gue cari masjid nih…”. Hah???, jodoh?, masjid?,,, hubungannya?. Sejak kapan saya dikenal sebagai biro jodoh?, dan sejak kapan pula ada seorang teman menganggap saya sebagai kontraktor pembangunan masjid?. Tulalit…

Nggak juga ah, kalo dipikir2 dan di pahami secara jelas maksud dan tujuan kata2 di sms tersebut. Ada hadits yang mengatakan bahwa, “barangsiapa yang berhasil mencarikan jodoh seseorang, maka Allah akan membangun sebuah masjid di sorga nanti” (eh, bener nggak ya bunyinya gitu). Ahsss senaaang… Loh, bukannya jodoh itu ada di tangan Tuhan?.

Walhasil, nyariin jodoh itu suatu pekerjaan ibadah yang gampang2 sulit. Kelihatannya mudah gitu ya, ngenalin seorang cewek ke cowok or sebaliknya dan kita harapkan saling tertarik lalu terjadi kecocokan diantara mereka, selanjutnya mengikrarkan diri pada suatu janji suci pernikahan. So eaaasy maaan…

PERASAAN!!!, mau di kemanaken itu?. Emang yang mengatur perasaan itu kamu?,,, Datangnya dari mana ya kira2?. Gini kali, yang namanya perasaan itu, muncul secara tiba2 dan tidak di duga2, karena perasaan ada dalam hati dan dalamnya hati seseorang nggak ada yang bisa ngukur. Lets see, pagi tadi saya mempunyai perasaan sangat ingin selalu dekat dengan anak2 di rumah, tetapi satu sisi, perasaan saya juga berat ninggalken pekerjaan. Beratan mana?, itulah perasaan… eh, salah ya…. Tuing tuing.

Pernah suatu saat, ada seorang lelaki teman suami saya. Sudah cukup umur, cuman entah mengapa kok belum ada seorang pun wanita nyangkut di hatinya. Suami saya bilang, kenalin saja sama si anu, kayaknya cocok deh. Kemudian, kami pun memproses secara hati2 dan waspada. Dimulai dengan cara, si wanita nya di undang ke rumah saya kemudian si lelaki sudah menunggu. Success… mereka mampu saling bersenda gurau, santai. Tiba pada suatu saat, ada kabar dari si lelaki  bahwa wanita yang di kenalken, mau nikah dengan somebody else… Gubrack, alasannya, setelah mencoba jalan bareng beberapa waktu, ternyata belum di temukan kecocokan dan belum ada perasaan cinta yang tumbuh… mbuuuh. Yo wis, pancene belum jodoh kali. Yang jelas, perasaan itu tidak bisa dikira2, apalagi perasaan cinta, nggak bisa di terka darimana datangnya.

TAKDIR, sebagai orang islam, harus percaya itu. Qodho’ dan Qodar termasuk dalam Rukun Iman. Dan kemudian USAHA, juga harus. Percuma kalo yang mengusahakan orang lain tapi diri sendirinya don’t care, nyasar deh pasti. And the last thing is DO’A, it must be. Ketiga rangkaian tersebut, menurut saya ya, adalah bekal utama seseorang dalam hal mencari jodoh or what else lah, bisa aja bekal untuk usaha misalnya or bekal dalam menghadapi ujian semesteran. Gampang kan?...

Trus, seandainya ketiga hal tadi sudah dilaksanaken, tetapi Allah belum juga memberikan apa yang kita inginkan?, bagaimana ini?. SABAR, itu kata2 terakhir yang akan terucap. Orang sabar itu berkah kok, ada mahfudzotnya “man shobaro, intaha” hahaha… itu berlaku waktu saya jadi santri dulu ketika ngantri makan.

Pada hakekatnya, Allah menciptakan manusia secara berpasang2an. Itu janji Allah yang tertulis dalam Al Quran. Jadi, jangan takut kehabisan jodoh kali ye. Klise banget ya. Beberapa kawan saya juga mengeluhkan keadaan yang sama bahwa, sampai saat ini kenapa belum ada juga someone yang nyangkut di hati. Uh, ada lagi yang kira2 menurut mereka sudah saling cocok dan optimis merupakan soulmate kelak, tapi ternyata keduanya tidak menemui titik terang dalam hal saling menyangkut… ???,,, bingung…

Ada kok dan hampir nyata terjadi. Seseorang dengan different culture datang dan tinggal di rumah saya. Dia bela2in datang ke Indonesia dari negri seberang sana hanya untuk mengejar dan berusaha meyakinkan si cewek dan keluarganya bahwa “ini lho gue sungguh2” eng ing eeeng... Then so what?. Dua2 nya untuk sementara ini susah di ketemukan dimana celah yang bisa di satukan. Karena masing2 punya pendirian dan permasalahan yang sangat2 berbeda dan podo bae atos nggak pada mau ngalah. Salut, mereka terus mencoba dan mencoba, meskipun bagi saya dan suami saya, sudah bisa tertebak kok endingnya, be happy or bad. Kayak sinetron aja.

Ada lagi kasus yang hmmm… mudah2an barokah. Temen saya sudah cukup lama pacaran dengan pacarnya selama 7 tahun. Sepanjang perjalanan mereka berpacaran, semua orang menilai bahwa mereka itu sudah merupakan jodoh yang tepat, saling mengisi dan mencocokkan diri mereka masing2. Waow, tiba2 ada semacam guncangan2 kecil yang akhirnya lama kelamaan semakin membesar dan… dhuuuaaarrr,,, meletuslah itu apa yang selama ini tersimpan yang semua orang dan mungkin mereka juga tidak menduga apalagi mengetahui. Walhasil, saya juga kena imbasnya dan hehehe, enak ya maen sinetron… Tapi, alhamdulillah, sekarang teman saya sudah hidup dengan tenang dengan suaminya yang bukan dan sebelumnya tidak ada tanda2 mereka akan berjodoh.

JODOH, datangnya dari yang tidak di duga2. Seperti halnya REZEKI dan MAUT. Yang tau hanya Allah Ta’ala dan sudah tercatat di Lauhil Mahfudz kapan semua itu akan terjadi pada kita. <Jakarta 18 Mei 2006, 24:10am>

Post a comment