19/05/2006

Problems Must Be Crazy

Dalam setiap kehidupan, manusia mesti mempunyai masalah. Dan setiap masalah, berbeda-beda tergantung waktu dan keadaan. Yeah, its too much… must be and always. Hows the wayout, dunno. Is it enough only make a pray and all problems seems so far away?, apa juga dengan usaha, kita mengharap masalah itu dapat cepat selesai?, terus… kalo sudah berusaha dan masalah nggak selesai juga, gimana lagi?. That’s it all… so, what else can we do?.

Nah itu dia, kurang apa ya. Mungkin belum waktunya aja solved. But, just believe in God, that someone who wants to get a higher level, they must be as a winner on exam  hahaha,,, Yang jelas, harus banyak sabar, right?.

Herannya, orang yang suka bikin masalah, apa ya nggak mikir gitu kalo akan merepotkan somebody else. Aturan, kalo mau bikin gara2, nanya dulu ke orang, apakah mau di repotkan dengan suatu masalah apa tidak. GOBLOK… ya jelas tidak ayay…

As a good housewife, saya cukup akrab dengan masalah2 yang menyangkut kerumahtanggaan,,, haha segitunya. Klise sih, cuman nggigit bo’… Mungkin kalo dalam suatu perkuliahan ada materi pelajaran yang membahas tentang “how to manage a servant getting good in work” atau “how to make a servant to be nice with each other in teamwork”, dapat dipastikan saya dapat nilai A+++ hahoho,,, nggak lucu bu. Yang namanya pembantu yo ngono iku, kalo nggak pernah nggawe masalah, ya bukan pembantu namanya. Meneketehe… kata Tora di Extravaganza.

Memang benar, bagi seorang wanita, pekerjaan paling mulia dan berat adalah sebagai ibu rumah tangga. Karena, apa ya… ya gitu deh,, tung tung. Setiap hari, waktu dan jam, harus menjaga keadaan rumah. Ya menjaga, pokoknya menjaga, menjaga supaya rumah nyaman, tentram, nggak ada konflik, anak2 terkontrol dengan baik, makanan, minuman, atmosfer hubungan dalam rumah, what else?... Hai para wanita yang baca artikel ini, silakan tambahkan sendiri yah, masih banyak kiranya. Kadang, gara2 nggak ada telur di kulkas aja, seorang ibu rumah tangga nggak bisa tidur. Mikir dong, besok pagi, anak2 mau disiapin sarapan apa?. Ini Indonesia, standar sarapan ya nasi goreng dan telor ceplok.

Hmmm… yang lebih menarik lagi, hehehe… suami2 itu lho, masih aja ada yang salah di mata mereka. Yang katanya nyetrika baju masih kusut lah, lantai kamar mandi belum di gosok lah, waow… hidup ini untuk di nikmati, jangan hanya mengeluh. Sebenarnya, kalo mau damai, dengerin, turutin dan kerjain apa yang para suami bilang. Nggak usah nyari pembelaan diri dengan alasan setrikaan rusak or karbol habis. Lagian, pancen kenyataan
nya begitu kok. Kalo mau ribut sedikit, balikin lagi tuh omongan suami, “ente nggak ngasih duit sih, gimana kamar mandi mau bersih wong nggak ada duit buat beli karbol”… yiiihaaa… pasti rame. Beruntung yang suaminya sabar dan pengertian, tapi kalo yang enggak, waaahhh siap2 ada garpu patah dan jemuran ambruk, bruuuk…

Suatu hari, ada seorang teman datang ke rumah saya dan mengeluhkan sulitnya nyari pembantu. Ah so,,, memang sulit. Dulu, saya paling galak sama mereka, ada yang salah sedikit, pasti ngomel sepanjang hari sampai mulut berbusa. Alasan kenapa marah?, karena saya ingin kelihatan perfect di mata suami. Tapi, kemarahan tersebut sebenarnya merupakan wujud ketidakmampuan seseorang dalam mengerjakan sesuatu yang seharusnya mampu ia kerjakan. Akhirnya, karena percaya bahwa roda kehidupan akan berputar dan setiap orang akan menghargai hidup dari pengalaman… ciiieee, semakin lama, saya semakin kalem. Kalo ada kesalahan, biarin aja lah, toh manusia itu adalah tempat lupa dan salah. Maklumin aja. Bisa ngomong gitu, karena ada suatu pengakuan diri bahwa sebenarnya saya tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

Just for relax, tulisan ini terjadi pada saat saya seorang diri di rumah dan suami saya sedang berada nun jauh di pelosok hutan Bengkulu. Sementara saya disibukkan oleh berbagai urusan pekerjaan, dengan enaknya para pembantu di rumah “mengobarkan perang dingin antar sesama sampai membara”. Wush, kayak kesenggol kelelawar rasanya, puyeng2 cengoh gitu. Makanya kan tadi saya sudah bilang, “orang yang suka bikin masalah, apa ya nggak mikir kalo akan merepotkan somebody else. Aturan, kalo mau bikin gara2, nanya dulu ke orang, apakah mau di repotkan dengan suatu masalah apa tidak”.

Dengan kejadian tersebut, sedikit banyak membuka mata saya untuk mendirikan suatu jenis pekerjaan baru yang otomatis akan menjaring tenaga kerja baru, yaitu kantor konsultan. Ya, konsultan masalah ke-pembantu-an. How to make a problem solving bout pembantu. Dijamin pasti laris. Satu lagi, jangan pernah menganggap mereka itu sebagai lawan, anggap sebagai kawan. Tapi ya harus sadar posisi tentunya, karena kalo terlalu dimanja dan diperhatikan, malah ngelunjak jadinya.

Kesimpulannya, kejadian yang menimpa saya hari ini, merupakan kesempatan untuk setan lewat, pas para malaikat lagi pada keliling ke orang baik. Saya bukan orang baik dong?, kebetulan aja keberuntungan sedang tidak berpihak kepada saya. That’s life, real life. Kita harus sadar dan menerima apa yang sudah di gariskan Tuhan untuk hidup kita. Ah kalo ingat, little bit shock. Biarin aja yang punya komentar, urusan pembantu aja kok diributkan, emang nggak ada kerjaan lain?. Justru itu, kenapa kejadian hari ini terjadi, itu sebagai penambah kerjaan saya. So loh gitu what???.