19/11/2005
SOULMATE FROM HEAVEN
Akhir2 ini banyak sekali teman mencurahkan perasaan hatinya kepadaku. Entah itu tentang pekerjaan, masalah dengan pacar, dan segala sesuatu yang menyangkut kehidupan. It’s simple life, hidup ini udah susah, jadi untuk apa dibikin susah lagi.
Kadang, aku sendiri gak ngerti, mengapa begitu banyak sekali masalah dalam hidup ini. Setiap masalah yang menimpa, sebaiknya jangan dijadikan beban, tetapi malah justru dijadikan ladang dalam segala hal ; ladang mencari ilmu, ladang mencari kesabaran, ladang mencari keridhoan Allah dan sebagainya.
Dengan bersabar, kita akan dapat melihat segala sesuatunya dengan pikiran jernih dan hati yang bersih. Sehingga, setiap permasalahan dan kesulitan yang menimpa, akan terasa ringan. Allah Tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hambanya. Inna ma’al ’usri yusro... sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan. Disamping itu kita harus tetap berdoa, memohon ampunan kepada yang Kuasa agar selalu mendapat curahan rahmat dan kasih sayangNya setiap saat kapan saja dimana saja.
Belahan jiwa, hmmm... ini yang susah dicari dalam hidup. Yang namanya cinta, bisa ditemukan kapan saja. Anak2 muda sekarang, dengan mudahnya mereka pacaran, menjalin kasih atas dasar cinta. Weleh, mbah ku dulu bilang, cinta itu buta, maka jangan kau butakan mata hatimu karena cinta... hehehe.
Yang namanya belahan jiwa, itu bisa terjadi antara suami-istri, pertemanan, kakak adik maupun orang tua. Walaupun komunikasi yang terjalin di antara keduanya bukan disengaja, namun ketahuilah, bahwa ini merupakan salah satu karunia dari Sang Pencipta.
Hubungan yang didasari oleh rasa saling memiliki demikian pentingnya, sehingga banyak orang yang sedang merasakannya beranggapan kalau tiada yang lebih mulia dan agung dari hidup ini...
“Begitupun halnya dengan pasangan jiwa, carilah dia untuk bersama,dalam menghidupkan sang waktu. Karena, dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan untuk mengisi kekosonganmu. Semoga hidup kita selalu diberkahi Allah”
11:35 Permalink | Comments (0) | Email this
15/11/2005
DESIRE, NEED and WANT
1. FEEL BETTER TODAY ?
- lumayan...
2. WHAT ARE YOU DOING NOW ?
- posting and dengerin Ariel ”Tak Bisakah”,,, so sexxxyyy voice...
3. NGANTOR OR SHOPPING ?
- hmmm... nggak dua-duanya deh
4. BE SERIOUS OR BE FUNNY ?
- tergantung suasana lah yauw
5. SOMETHING WANTS TO BUY ?
- apa ya??? diamond ring covered by white gold, nggak usah gede2, cukup 10 karat ajah !!!
6. DREAM CAR ?
- A L P H A R D S I L V E R M A T I C
7. WANNA PIZZA ?
- maaauuu bangeeet… apalagi pake cheese topping
8. IF YOU CAN EAT ANYTHING RIGHT NOW, WHAT WOULD IT BE ?
- soto ambengan Blok M, fried calamari nya Tamani Café, frappuccino caramel nya Starbucks, seafood panggang nya Hanamasa, es krim pistacchio nya Baskin Robbins, tomyam nya Red Ginger
9. LOVE YOUR JOB ?
- cinta bangeeettt, cuman sekarang lagi ’ngantor blues’ ajah...
10. HOW MANY NUMBERS ARE IN YOUR CELL PHONE ?
- males ngecheck memory, gede banget siiih
11. WHAT IS YOUR FAVE PARFUME ?
- 5th Avenue by Elizabeth Arden
12. GO SOMEWHERE ON THE WEEKEND ?
- Bandung, Insya Allah
13. WITH WHO ?
- berdua aja kali yaaa… qodhooul haajah neh… haha
14. WHAT IS THE BEST WAY TO TELL SOMEONE, HOW MUCH THEY MEAN TO U ?
- just tell them
15. WHAT MAGAZINE YOU READ NOW ?
- femina
16. WHAT MOVIE WANNA SEE ?
- Legend of Zorro
17. FINAL WORDS ?
- ya itu tadi, Desire, Need and Want. Kalo diturutin, nggak ada habis2nya.
13:45 Permalink | Comments (0) | Email this
Nasib Kita Siapa Yang Menentukan?
Kita sering mendengar ungkapan, "lha memang sudah nasibnya begini, mau diapain lagi"... Biasanya ungkapan tersebut lebih banyak ditujukan kepada sebuah kekecewaan atau untuk hal yang kurang beruntung, namun tidak jarang pula kita mendengar, "emang nasibnya bagus...".
Apakah memang benar nasib kita adalah kehendak Tuhan?
Yang menentukan nasib kita adalah diri kita sendiri. Ketika saya mendengar kawan saya bilang, "kasihan sekali nasib anak-anak itu mesti ngamen di jalanan". Saya tanya, "apanya yang kasihan?". Kawan saya menjawab, "anak-anak itu seharusnya sekolah, bukan ngamen".
Lha, memang seharusnya anak-anak itu di sekolah, bukan ngamen di jalan. Atas kehendak siapa mereka ngamen di jalan?. Orang tua mereka kah yang tidak mampu untuk mengirim mereka ke sekolah?, keinginan anak-anak itu sendirikah yang ingin mempunyai uang dengan cara ngamen untuk membantu keluarga?, atau Tuhan yang menjadikan mereka pengamen?.
Dalam hidup, kadang kita menghadapi suatu dilema. Kita dituntut untuk membuat suatu keputusan yang sangat sulit sekali. Tidak jarang membutuhkan pengorbanan yang sangat besar.Kadang keputusan yang kita ambil, berakibat kurang baik yang akhirnya kita putus asa dan mempunyai tendensi untuk menyerah dan berkata, "ini memang sudah nasibku".
Jelas sekali, keputusan yang dibuat adalah keputusan kita sendiri, bukan keputusan Tuhan. Jadi, nasib kurang baik yang menimpa kita, karena keputusan tersebut adalah hasil pemikiran kita sendiri. Jadi, teori yang menentukan nasib kita adalah diri kita sendiri, bukan Tuhan, adalah benar.
Bagaimana caranya kita mengambil keputusan yang terbaik untuk diri kita sendiri?
Sebelum kita menyerah dan berkata bahwa ini adalah nasib kita, sebaiknya kita bertanya apakah kita sudah berusaha mencoba setiap cara untuk menjadikan nasib kita lebih baik?. Tuhan tidak menciptakan kita menjadi pengamen, pengemis atau seorang presiden. Semua itu adalah usaha kita untuk meraih keberhasilan tersebut. Jika usaha kita hanya menyesali hidup atau nasib kita, tentu saja kita tidak akan pernah berhasil meraih kesuksesan.
Sebagai manusia, kita semua pasti pernah mengalami kegagalan, membuat suatu keputusan yang kurang baik dan membuat kesalahan. Semua itu adalah bagian dari kesuksesan kita. Karena, jika kita tidak pernah mengalami kegagalan, maka kita tidak akan pernah mengetahui mana yang benar atau salah.
Salah satu kunci kesuksesan adalah belajar dari kegagalan dan kesalahan kita, sehingga kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kegagalan, kesuksesan dan kesulitan hidup, yang menentukan adalah diri kita sendiri. Diri kita adalah kunci dari misteri kehidupan kita sendiri, setiap jawaban dari pertanyaan tentang hidup, ada dalam diri kita sendiri. Tuhan menyediakan apa yang kita perlukan, namun diri kitalah yang menentukan langkah apa yang harus diambil, arah mana yang harus dituju, serta tindakan apa yang harus dilakukan.
Laa Yukallifullaahu Nafsaan Illa Wus'ahaa... Semoga kita semua selalu dalam lindung Allah. Amien.
12:50 Permalink | Comments (0) | Email this
13/11/2005
Minal Aidin wal Faizin
Setiap lebaran tiba, baik pra maupun pasca, tantangan para wanita khususnya para ibu, baik ibu rumah tangga maupun wanita karier, adalah KERJA RODI, hehehe. Lha iya, yang biasa bantu2 di rumah (pembantu, suster, sopir, tukang kebun), semuanya MUDIK. Tapi, ya nikmati saja. Kalo dipikir2, selama ini kita udah enak, tinggal nyuruh2 mereka ngerjain ini itu tanpa ngerasain capek
Hari2 ini, saya lagi ngerasain capek2nya. Seluruh badan rasanya kayak maling digebukin hansip... wuaaah,,, puegelnyaaa, pengennya tidur, tidur and tidur. Sampe urusan kantor "emang gue pikirin", bodo amat, yang penting save my family dulu.
Baru kali ini bisa ngenet. Ngecheck email, ah biasa2 aja. Gak ada yang menarik. Trus, coba buka2 blog, hehehe... maklum udah umur, jadi agak2 lupa ngeditnya gimana. Yang biasa bantuin ngedit, udah pada nggak ada. Jadi, ya giiituuu deeeh...
BTW, kepada seluruh sahabat, Minal Aidin wal Faizin, Ma'af Lahir Bathin...
15:25 Permalink | Comments (2) | Email this

