13/06/2005
Makkah Hilton & Towers
Mekkah, 05-06-2005
05.00 KSA Time. Waks!, telat neh subuh. Syaitonirrojiim. Tidur di Hilton banyak setannya neh... Padahal alarm plus morning call selalu aktif. Seumur2, baru kali ini aku tidur di Hilton, di Penthouse nya pula... Di Jakarta aja aku belum pernah, boro2 di Penthouse. Ini merupakan fasilitas dari mbak Henny, selaku boss Razek Tours yang sering menggunakan Hilton sebagai tempat hunian para jama'ah. Makanya, pihak Hilton memberikan bonus Penthouse. Wis pancen rezeki ku, yo ndilalah aku yang menikmatinya...
Apa mau dikata, walau telat, go to harom gak ada ruginya. Mejengin ka'bah lagi. Pagi2, udara lumayan sejuk, walau sebenarnya panas menyengat, tapi kalo sambil ngliatin ka'bah, semuanya jadi sejuk dan damai. Kulihat ke atas, merpati beterbangan, sebagian di depanku sambil mencari2 sesuatu yang bisa di santap. Qur'an juz ke 10, surat Attaubah, menjadi bacaanku. Nikmaaat, sungguh nikmat...
Memandangi orang2 thawaf, hatiku tergerak untuk melaksanakan thawaf sunnah. Targetku selama di Mekkah, setiap hari harus melihat dan menyentuh ka'bah, bagaimanapun caranya. Mumpung hari masih pagi, matahari belum terlalu menyengat, aku niatkan diri untuk melaksanakan thawaf sunnah. Santai, karena aku pikir, it's my time, so what gitu loh...
Putaran demi putaran kulalui dengan sangat khidmat, tak terasa air mata menetes deras. Semua orang2 yang dekat denganku, keluarga, teman, sahabat, handai tolan, berseliweran di hadapanku. Aku melihat mereka satu persatu, seolah minta di doakan. Aku tak kuasa menahan tangis, tatkala melintas di benakku, bayangan adikku,,, dia sempat berpesan agar didoakan supaya cepat mendapat keturunan lagi...
Menjelang waktu dhuha, aku pulang ke hotel sejenak, untuk mengisi perut yang sudah mulai menyanyi. Wush!!!, AC Hilton menyambar, membelai2, membuat sekujur badan terasa sejuk, serasa ingin segera masuk kamar dan memeluk bantal. Ah, syaitonirrojiim... Ya Allah, kuatkan imanku.
Langsung menuju lantai 26, ruang makan, whew... sungguh nikmat suguhan nasi goreng plus telor dadar and sambal. Tak lupa aku membuat minuman favoritku, teh celup Lipton (yang di celup terus sampai pekat dan agak pahit) di campur dengan 1 sendok kecil gula dan 3 sendok kecil susu bubuk... hmmmmm,,, rasanya, tiada yang dapat menandingi. Dengan lahap aku menyantap hidangan breakfast sambil sesekali godain para mutowwif, kang Aep dan Hamzah.
Setelah kenyang, aku menuju kamar, kulihat mbak Henny sedang sibuk dengan pekerjaannya. Aku langsung mandi, membersihkan badan dan berwudhu untuk segera pergi ke harom untuk melaksanakan dhuha. Waktu menunjukkan 10.00 KSA Time.
Sesampainya di harom, kulihat masih agak lengang. Sengaja aku pilih tempat yang ber AC, agar nyaman. Setelah sholat dhuha, aku berdoa. Kali ini bayangan suamiku menari2 di hadapanku. Ingin rasanya pada saat2 seperti ini aku berada di sampingnya, sholat, ngaji dan berdo'a bersama. Karena tak tahan, aku kirim SMS ke dia, "pap, lagi apa?. kpn2 qta brdua hrs ngrasain umrh wkt2 bgini. nikmat bgt. bs itikaf dg tenang, nyaman, khusyu'. ma2 jrg plg k htl. hbs subuh g plg smp dhuha, trs sarapan, jam 10.00 brkt lg smp dhuhur. plg istirht, ashar k msjd lg, sore hunting wth jama'ah. mghrb smp isya, plg mkn, tdr. thjd smp subuh. nikmaaat bgt".
14:00 Permalink | Comments (2) | Email this
12/06/2005
Rembulan Tersenyum di Langit Ka'bah
Mekkah, 01-06-2005
01.00 KSA Time. Fabiayyi aalaa i robbikumaa tukaddzibaan,,, maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan???. Ada Ka’bah di depanku, lagi. Ya Robb, izinkanlah aku kembali ke baitullah ini karrootin marrootin...
Dalam keadaan ihrom, aku memulai thawaf dengan mengucap ”bismillaahi Allaahu Akbar”, sambil melambaikan tanganku ke arah Ka’bah. Subhana malikul qudduusss, keadaan sekitar Ka’bah malam itu sangat lengang, begitupun Hajar Aswad. Aku sangat tak tahan untuk segera menghamburkan diri dan kemudian mencium sepuas hati batu hitam yang terletak di sudut Multazam itu.
Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?. Dengan lancar dan seolah di tuntun oleh para malaikat dan bidadari, aku mencium Hajar Aswad, puas dan puas, walaupun kalau boleh dikata, tidak akan pernah puas untuk mencium batu hitam itu. Alhamdulillah... air mata menetes tak terhingga...
Menginjak putaran terakhir, mataku tak sengaja melihat keatas langit. Dan sungguh, seakan2 rembulan tersenyum ke arahku, seolah berkata, ”salaamun ’alaa man ittaba’al hudaa”... Segera kuselesaikan thawafku dan langsung menuju Multazam, berdo’a kepadaNYA, memohon ampun atas segala dosa2ku dan mohon petunjuk agar selalu di beri kenikmatan, kemudahan dan barokah dalam menjalani kehidupan.
Setelah menyelesaikan rangkaian thawaf, aku bergegas menuju bukit Sofa untuk melaksanakan sa’i. Kujalani dengan khidmat perjalanan dari bukit Sofa ke bukit Marwah sebanyak 7kali, sambil merasakan perjuangan Siti Hajar dalam mendapatkan air untuk memberi minum kepada bayi mungilnya, Ismail. Tidak dapat kubayangkan, betapa panasnya waktu dulu, tidak beratap dan di sekitar hanya terlihat sokhro' (padang pasir). Sekarang sudah sangat nikmat dan nyaman, beratap, ber AC, berdinding dan berubin marmer. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dusatakan???.
Perjalanan sa'i terakhir mendaki bukit Marwah, aku jalani dengan keadaan sedikit lelah. Alhamdulillah, setelah mbak Henny menggunting rambutku (tahallul), selesailah sudah rangkaian umroh ku yang pertama. Aku berniat, akan melaksanakan umroh berkali2, semampuku. Insya Allah sahhil umuuronaa...
13:20 Permalink | Comments (1) | Email this
11/06/2005
Welcome to Medina

20.00 KSA Time. Alhamdulillah, pesawat Saudi Airline mendarat dengan mulus di Bandara Prince Muhammad, Medinah. Wew, kayak mimpi aku nyampe lagi di tanah suci. It's okey, coz of my pray, God, let me come to your holy land more and more... Innallaaha samii'ul bashiir.
Antrian di imigrasi tidak terlalu panjang, tidak seperti di King Abdul Azis. Lancar, jama'ah cukup terkendali dan barang2 langsung ditemukan oleh jama'ah masing2. Mister Kadeer (@!?"%&#$&*#@), dengan senyum dan sapaan khasnya, menyambut kami di pintu keluar. Dan langsung mempersilakan para jama'ah untuk naik ke bis.
Perjalanan Bandara Medinah-Hotel Saha Al Safir, hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam, kemudian langsung menuju ruang makan untuk pembagian kunci kamar. Aku masih meraba2 dan menerka2 bagaimana karakteristik jama'ah kali ini... Mudah2an anteng dan penurut, sepertinya sih begitu...
Masuk kamar 1510, aku langsung merebahkan diri. Kulihat mbak Henny mulai sibuk calling sana sini untuk memastikan everything will be ok. Salut, she is a perfectionist. Jarang kutemui wanita seperti dia. She always enjoy for the job, walopun kadang marah2. Wajar ah,,,
31-05-05
Subuh, KSA Time. Waks, udara cukup panas, menyengat menusuk wajah mulusku... Hmmm, untungnya aku sudah memprediksi bagaimana hawa Saudi bulan2 ini. Pasti akan sangat panas. Bayangin, subuh2 gini bisa mencapai 37celcius!!!. Yang biasanya di Jakarta, hawa subuh sangat sejuk, membelai2 sehingga sering melenakan manusia untuk segera menunaikan sholat subuh... Assholaatu Khoirumminannauum...
Setelah subuhan, do'a and qiroatul quran, aku santai dulu, seperti biasa memandangi langit2 masjid dengan interiornya yang sangat artistik dan futuristik. Aku menunggu saat2 kubah di buka, sembari merebahkan diri di karpet Nabawi yang indah dan empuk, sehingga bisa memandang langit fajar dan burung2 beterbangan. Tapi, waow,,, apa daya, ini perut masih Indonesia Raya, dia menyanyi dengan merdunya. Breakfast time, aku bergegas pulang ke hotel. Kusantap hidangan futur dengan nikmat dan lahap.
Setelah cukup kenyang,,, now, time for ziarah... city tour kota Medinah yang selalu kutunggu2. Karena, aku bisa merasakan perjuangan para sahabat dalam menegakkan islam. Masjid Quba' yang begitu megah, tak pernah di sangka akan semegah ini. Dahulu hanya bertiang batang pohon kelapa, beratapkan daun kelapa. Kemudian Bilal mengumandangkan adzan yang pertama,,, Allahu Akbar2x... hiiih... mrinding... Kemudian Rasulullah datang dengan mengendarai onta kesayangannya di sambut dengan lagu "tola'al badru 'alayna..."... sungguh,,, walaupun aku tidak menyaksikan secara langsung, tapi aku dapat merasakan... Subhanallah.
Masjid Qiblatain, Khandaq, Jabal Uhud dan terakhir Kebon Korma, kunikmati dengan hati riang, foto sana sini, mejeng dan bermanja2 dengan jama'ah. Udara sangat menyengat, sehingga banyak jama'ah yang tidak turun dari bis.
10.00 KSA Time. Bis merapat di depan Hotel Safir, jama'ah langsung berhamburan turun dari bis menuju lobby dan kemudian masuk ke kamar masing2. Udara sangat tidak bersahabat. Ups, tapi aku tidak boleh mengeluh. Karena, kata ibu, semakin kita mengeluh, akan semakin kita kepanasan.
Akhirnya waktu dhuhur pun tiba. Aku pun bergegas lari ke masjid. Tak ada kompromi meskipun panas. Lha iya, aku kan datang ke Medinah ini apalagi kalo bukan untuk selalu jama'ah di Nabawi Mosque, pahalanya berlipat, sangat sayang untuk di lewatkan.
Sekembalinya ke hotel, aku diajak mbak Heny untuk silaturahmi ke tempat ibu Feni. Masya Allah, khilafku ya Allah... Sudahlah, aku tidak bisa menceritakannya disini apa yang aku lihat. Sungguh sangat ironis, sementara aku berada di kota suci ini untuk beribadah, tetapi aku menghadapi kenyataan yang sangat menyesakkan dada dan sangat tidak mengenakkan hati. Aku SMS ke Zaki, "tau gak zak, sy lg d salon bu feni. gila deh. ada butiknya jg, bnyk penjahit. udh gt, pegawainya cewek indo semua, di dlm rmh bjnya kok bgini smua zak, buka2an, singlet, kliatan ora genah, getun sy, d mdnh kok ada ginian. astaghfirullah. piye wis ki zak, dosa aku. soale aku g ada alesan, d ajk b henny, manut wae. pdhl rugi ashar nih".
Dengan harapan, Zaki akan membalas SMS ku dan akan segera menjemputku ke lokasi yang entah dimana dan apa namanya. Hatiku merasa gak enak sekali, sungguh. Aku merasa sangat berdosa ke semua orang yang sudah mempercayaiku untuk menjalankan ibadah umroh ini. Tapi, hati kecilku mengatakan, Insya Allah kalo aku gak macem2, everything will be allright. Dan aku selalu ingat nasehat ibu, apapun yang kamu kerjakan dan yang terjadi, kamu harus selalu ikhlas dan tawakkal 'alallah...
Malamnya, Zaki menemuiku di hotel, dan aku langsung menceritakan apa yang kualami siang tadi. Zaki pun terkaget2 dan setengah menyalahkan diriku, kenapa aku mau saja di ajak keluar haram tanpa didampingi olehnya. Akupun tidak bisa berkata2, ya sudahlah, yang terjadi biar saja terjadi.
Malam itu, Zaki membawakanku roti Tamisy dan Full kesukaannku. Aku pun mengenalkan siapa Zaki kepada para jama'ah, biar tidak timbul fitnah. Tak lupa, akupun membagi2 oleh2 dari Zaki, dan semua jama'ah keheranan, kok bisa aku doyan makanan kayak gitu... hehehehe...
Zaki banyak curhat tentang keadaan dirinya saat ini. Dari mulai ujian sampai keinginannya untuk segera menikah. Hmmm, padahal usianya baru menginjak 26 tahun. Alasannya, dia sudah sangat capek pacaran2 terus tanpa status yang tidak jelas. Buang2 duit dan waktu. Sekarang dia lagi pedekate sama mahasiswi Indonesia yang sedang kuliah di Sudan. Setelah dia menceritakan siapa cewek tersebut, aku langsung mengangguk setuju, karena aku dan suami sangat mengetahui siapa dan bagaimana keluarganya.
Aku menyerahkan novel Ayat-Ayat Cinta. Menurutku, novel tersebut sangat mewakili perasaan mahasiswa Indonesia di rantau. Aku menceritakan khulashohnya ke Zaki, dan dia hanya senyum2 sambil berkata bahwa sudah tidak sabar untuk segera membacanya.
Berhubung malam sudah larut, Zaki pun pamit pulang...
11:45 Permalink | Comments (0) | Email this

