29/03/2005

BRUNCH

"Conversation 2, please meet us at Tamani Cafe, Bintaro Plaza". Kubaca sebaris kalimat di whiteboard EF Class. "We will make brunch", kt Ery. Oke deh, today is our last class. So, we will make farewell party for our teacher, Iza & Dennis. Seluruh acara udah di arrange oleh Ery, dari mulai pengadaan souvenir sampai reservasi tempat di Tamani Cafe. Yang bikin repot cuma, nulis kata kenangan di kartu ucapan. Jadi, kelas sedang berlangsung, kita satu persatu keluar ke kelas sebelah just for make a sign. Untungnya si Dennis nya oke-oke adja.

SMS dari Endah, "Megan is waiting there now". Wah, kesian juga kalo kelamaan nunggu. Akhirnya, kami putuskan untuk mengakhiri kelas dan segera meluncur ke Bintaro Plaza. Dennis & Renata semobil bareng aku, yang laennya gabung di mobil Ery. Sesampainya di Tamani, disana udah nunggu Iza. Tak lama kemudian, Megan pun datang.

Chicken Cordon Bleu... Hmmm, makanan apa ini?, enak gak?, halal gak?. Bismillah... waow, ternyata big portion. Wah, ini mah makanan wong londo. Chicken fillet lapis keju dan smoked beef+fettuccine saus keju+onion ring+baked bread... Gubrack!. Kebayang gak sih rasanya, pasti amburadul. Mana aku belum pernah makan ginian lagi aaah... Dan segini harus habis???. Oh My Gosh!, how bout my diet program?. Oh God, please forgive me... (papa, kayaknya mama besok harus puasa lagi deh, izinkan aku yah!)

Alhamdulillah, semua bisa hadir, termasuk Endah & Budi, adik2 mahasiswa yang lagi mo ujian statistik sore ini (have a nice exam ya dek...). Mereka datang telat dengan muka penuh 'kerutan', karena semaleman gak tidur, belajar katanya... Kasiaaan deh ya...

Dengan susah payah aku menghabiskan menu tadi, gak habis2, lamaaa banget kayaknya. Sementara, Dennis cepet banget habisnya. Ya udah biasa kali dan memang makanan sehari-harinya. Kayak aku makan bakso gitu loh, sangat enjoy...

Rupanya temen2 ngerti juga. Kita bercanda2, bikin lomba ngucapin kalimat yang sulit, pake english, she sells seashellss by the seashore..... hehehe, susah yah... aku aja sampe ngulang beberapa kali. Trus, Dennis cerita tentang Martial Arts yang ditekuninya. Hmmm, cukup menarik. Jadi pengen belajar deh.

Waks!, udah jam 14.00. Harus segera pulang neh, blom sholat dzuhur. Dan di rumah, si Njb dah nungguin aku. Akhire para bule dianterin ke EF by Ery's car. Kemudian kita ngumpul lagi untuk patungan, hahaha... Dan rencananya, kita mo ngelanjutin to the next class, mungkin baru akan dimulai pertengahan April.

"Ilmu adalah sebaik-baik perbendaharaan dan yang paling indah. Ia ringan dibawa, namun besar manfaatnya. Di tengah-tengah orang banyak, ia indah. Sedangkan dalam kesendirian ia menghibur"

09:25 Posted in Leisure | Permalink | Comments (1) | Email this

28/03/2005

...Naturaleza Muerta...

No ha salido el sol,
Y Ana Y Miguel
Ya prenden llama
Ella sobre el
Hombre y mujer
Deschacen la cama

Y el mar que esta loco por Ana
prefiere no mirar
Los celos no perdonan
Al agua, ni a las algas, ni a la sal

Al amanecer
Ya esta Miguel
Sobre su barca
Dame un beso amor
Y espera quieta, junto al la playa

Y el mar murmua en su languaje
Maltido pescador
Despidete de ella
No quiero compartir su corazon

Y llorar, y llorar, y llorar por el
Y esperar, y esperar, y esperar de pie
En la orilla a que vuelva Miguel

Dicen en la aldea
Que esa roca blanca es Ana
Cubierta de sal y de coral
Espera en la playa

Dicen en la aldea
Que esa roca blanca es Ana
Cubierta de sal y de coral
Espera en la playa

No esperes mas nina de piedra
Miguel no va a volver
El mar le tiene preso
Por no querer cederle a una mujer

Incluso hay gente que asegurqa
Que cuando hay tempestad
Las olas las provoca
Miguel luchando a muerte, con el mar

09:30 Posted in Song | Permalink | Comments (1) | Email this

Be a person with a super attitude

Menjelang akhir tahun, biasanya kita teringat lagi pada hal-hal yang sudah kita alami. Ada kesuksesan, ada juda kegagalan. Semua itu yang harus kita pikirkan adalah, bukan apa yang terjadi pada kita yang harus diperhitungkan, tetapi bagaimana reaksi kita saat suatu masalah terjadi. Khususnya masalah yang tak terduga.

Berikut beberapa tips agar anda bisa menjadi seseorang dengan sikap yang baik :

1. Fokus pada masa depan
Apapun yang anda hadapi, lebih baik fokus pada masa depan daripada masa lalu. Daripada mengkuatirkan siapa atau apa yang harus disalahkan, lebih baik fokuslah pada dimana anda ingin berada dan apa yang ingin anda lakukan. Dapatkan citra diri yang jelas tentang kesuksesan masa depan ideal anda, kemudian ambil langkah apapun yang anda bisa untuk memulai petunjuk tersebut.

2. Pikirkan jalan keluar
Saat anda menghadapi kesulitan, fokus pada penyelesaian daripada masalahnya. Pikirkan dan bicarakan solusi ideal tentang rintangan daripada membuang waktu memikirkan masalah terus menerus. Solusi itu sifatnya positif, sedangkan masalah itu bersifat negatif. Saat anda mulai memikirkan solusi, anda akan langsung menjadi positif dan berguna.

3. Lihat hal-hal baik
Asumsikanlah bahwa sesuatu yang baik tersembunyi di setiap kesulitan dan tantangan. Kapanpun Tuhan ingin memberikan kita sebuah hadiah, Dia akan membungkusnya dalam sebuah masalah. Semakin besar hadiah yang anda terima, semakin besar masalah yang akan anda terima. Namun hal terindah adalah jika anda menanti hadiah tersebut, anda akan selalu menemukannya.

4. Cari pelajaran berharga
Anggaplah dalam situasi apapun yang anda hadapi saat ini adalah situasi sebenarnya saat anda perlukan untuk mencapai sukses. Situasi ini dihadapkan pada anda untuk membantu anda belajar sesuatu, membantu menjadi lebih baik, membantu untuk berkembang dan tumbuh.

03:00 Posted in Articles | Permalink | Comments (0) | Email this

27/03/2005

...dan Tuhan pun merasa terheran-heran

Tuhan yang kita "kenal", amatlah tidak memadai untuk menandai isyarat-isyarat keberadaan-Nya. Kepada kita cuma dijejali gambar-gambar tidak utuh soal Dia Yang Maha Apa Saja ini. Tentu karena keterbatasan materi yang mampu diserap oleh akal kita, maka sosok Tuhan hanya muncul dalam sketsa yang buram. Maka lahirlah figur-Nya yang keras, pengecam, pengancan, pemberi adzab, penyiksa di alam kubur, penghancur kenikmatan dan segala macam sifat yang menyeramkan.

Di usianya yang amat dini, karena ingin dikategorikan sebagai orang tua yang bertanggung jawab dengan niat menanamkan nilai-nilai agama, di memori anak kita, kita tanamkan kuat-kuat tentang Tuhan yang kedatangannya, sungguh mendebarkan, menyebutkan nama-Nya saja mengguncangkan jiwa dan membayangkan-Nya membuat bulu kuduk merinding dan bahkan menakutkan. "Jangan bohong, nanti masuk neraka!" "Kalau nakal, nanti dosa lho!" "Kalau tidak nurut orang tua, bisa celaka dan dibenci Allah!". Demikian antara lain, secara samar tetapi pasti setiap saat anak kita bergaul dengan Tuhan yang sama sekali tidak ramah dan jauh dari bersahabat.

Padahal, Tuhan adalah sosok yang sangat berperasaan, sangat penyantun, Maha Bertobat (At-Tawwab), Maha Bersyukur (As-Syakuur), Maha Damai (As-Salaam), Maha Lembut (Al-Latiif), Maha Penyabar (As-Shobuur) dan sifat-sifat lainnya yang sungguh menyejukkan hati. Semua sifat ini, setiap saat, dengan standar dan jamaliyahnya yang tentu saja berbeda-karena Dia bersifat Mukhoolafatuhu Lil Hawaadits-dapat dilihat pada diri kita sebagai manusia.

Apakah dengan demikian kita lantas heran, kenapa Tuhan bisa bersifat seperti itu?. Kalau iya, maka kita perlu untuk kesekian kalinya mengeja ulang satu persatu Al Asmaaul Husna; 99 nama Tuhan Yang Agung. Dari deretan nama-nama itu tentu dengan mudah kita dapat menemukan dokumen seputar Tuhan yang sungguh indah, sejuk dan menyegarkan.

Dalam beberapa firman-Nya, Dia malah mengenalkan dirinya sebagai sosok yang pemalu, suka bersedih dan gemar berasyik masyuk dengan segenap kekasih-Nya, para auliyaa, shalihin dan syuhada. Dalam firman-Nya yang lain, misalnya, setiap memasuki tengah malam, Tuhan turun ke langit dunia, duduk di singgasana-Nya, bersabar menunggu para kekasihnya terbangun untuk bercengkerama dalam sholat, dzikir serta lantunan Kitab Suci. Anehnya, begitu Tuhan menunggu diseberang jalan, kita sebagai hamba justru tertidur seperti bangkai seakan Tuhan tidak pernah ada. Dia kita tentang seakan Dia tertidur dan kita campakkan firman-Nya seakan Dia tengah beristirahat. Sungguh!

Mari kita simak secara seksama firman Allah, masih seputar rasa perasaan-Nya, begitu menyaksikan tingkah laku manusia :

"Ajibtu Li Man Ayqona Bil Maut Kayfa Yafroh" (Aku sungguh heran, kenapa manusia yang yakin dengan akan datangnya kematian, hidupnya selalu dipenuhi dengan canda tawa). Kemarin merupakan sebuah tahapan menuju gerbang akhirat. Percaya kepada Hari Akhir merupakan salah satu sendi keimanan kita. Kematian, dengan amat mudah kita jadikan ukuran soal sudah seberapa benarkah bangunan keimanan kita. Rangkaian kematian terjadi setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari. Dalam setahun, tak terhitung sudah berapa nama masuk daftar "korban" pencabutan nyawa oleh Malaikat Izroil. Kita selalu yakin maut berkepak setiap saat di ujung rambut kita, tetapi jarang sekali kita mengurangi canda dan tawa, seakan maut sudah menyudahi tugasnya.

"Ajibtu Li Man Ayqona Bil Hisaab Kayfa Yajma'ul Maal" (Aku juga sungguh heran, kenapa mereka tiada henti menumpuk harta, padahal hisab akan memberatkan mereka).Karena kita terbiasa memohon karunia, memelas agar diberi kenikmatan hidup, berharap memperoleh kekayaan yang berlimpah, maka seringkali kita lupa bahwa semuanya ini akan berakhir dan tak akan pernah kita bawa ke dalam liang kubur. Anak-anak yang kita banggakan, paling jauh hanya akan mengantar ke sisi lubang kubur dan harta yang dengan berbagai macam cara kita kumpulkan, hanya menyisakan tak lebih dari selembar kain kafan. Mereka tidak akan menemani kita di impitan tanah yang sempit, sunyi, sepi dan terasing. Kita hanya akan ditemani oleh amal-amal saleh kita. Kini, mari berhitung, sudah seberapa besarkah amal saleh kita?

"Ajibtu Li Man Ayqona Bil Aakhirah Kayfa Yastariih" (Aku sungguh heran, mereka yang yakin akan datangnya Hari Akhir, tetapi masih saja bersantai-santai).Sampai kapan kita akan berhenti berkhayal soal kenikmatan hidup, kebanggan diri, tingginya derajat dan kemuliaan di mata manusia?. Semua ini tidak akan pernah terhenti kalau keyakinan akan segera tibanya Hari Kiamat tidak mampir dalam benak kita. Seakan kita berkuasa mengatur, kita baru akan berhenti bersantai-santai ketika umur sudah di ujung dan usia sudah menjelang senja. Tanda-tanda dari Tuhan seperti kian memutihnya rambut kita, tak juga mampu memalingkan kita bahwa dalam waktu tak lama lagi kita akan mudik ke kampung halaman yang abadi.

"Wa Ajibtu Li Man Ayqona Bid Dunya Wa Zawaalihaa Kayfa Yathmainnu Ilayha" (Dan aku sungguh heran kenapa mereka yang yakin dengan dunia serta kehancurannya tetapi masih menggandrunginya).Betapa banyak diantara kita yang merasa sungguh aman, ketika kita mendapatkan jabatan. Seakan jabatan tersebut membuat kita akan bertahan selamanya. Harta kekayaan yang kita tumpuk, menjelma sebuah kekuatan dahsyat, seakan mampu menyelamatkan kita dari sergapan maut dan ajal. Kecantikan dan kemolekan seakan bisa membuat para pencabut nyawa bertekuk lutut karena terpesona. Semua itu tak akan mampu mempertahankan kita begitu maut menjelang. Sungguh!

Rangkaian firman ini merupakan bentuk nyata dari betapa dekatnya Tuhan dengan kita sebagai manusia. Sifat-sifat yang Dia ciptakan untuk kita, merupakan "tetesan" dari sifat-sifat-Nya yang "Kamal wa Jamal", maka kita dijanjikan Allah akan menduduki sebuah derajat di atas derajat termulia para al-Malaaikah al-Muqorrobiin. Tetapi kalau kita tidak mampu juga menyerap sifat-sifat tersebut, maka kita akan terpental jauh ke jurang kenistaan hingga kita dijamin Allah untuk lebih hina dari binatang bahkan dari setan sekalipun.

Kenapa Tuhan terheran-heran?. Itu semua tak lebih karena Allah jelas-jelas sudah menurunkan petunjuk tetapi kita mengabaikannya. Sampai kapan pun, Tuhan akan tetap terheran-heran. Waallahu A'lam Bisshowaab...

07:10 Posted in Articles | Permalink | Comments (1) | Email this

26/03/2005

Bunda...

"Hallo... Teh, cepet pulang, ibu jatuh, sekarang gak bisa jalan"... Hadoooh, bagaikan disambar petir aku terima telp dari adekku. Kejadian itu kira2 2 bulan yang lalu. Setelah sholat subuh, aku bergegas ke Gambir mengejar Argo Muria jam 07.00...

Sepanjang perjalanan, aku gelisah. Mau nangis, tapi kok ya malu. Wong gak ada apa2, ujug2 nangis. Dadaku sesak seketika, untungnya gak pingsan. Aku gak mbayangin, gimana ortu tinggal atu2nya kok bisa jatuh, apa adek2ku gak becus merawatnya?. Sedangkan aku gak mungkin banget pulang kampung forever, lha wis nunut bojo nang Jakarta...

Aku lihat kondisi ibu secara fisik, Alhamdulillah baik2 aja, tetap segar bugar seperti biasanya. Tapi, tenanan gak iso mlaku jek!. Aku gak tahan, langsung masuk kamar mandi dan menangis sejadi2 nya...

Pancene takdir itu ada di tangan Allah. Ini kali yang kedua ibuku jatuh. Yang pertama, tahun 2000. Ketika itu aku dan suami, niat banget ngajak ibu umroh. Setelah beres semua urusan (dokumen, tiket, visa dll), seminggu sblm keberangkatan, aku dapat kabar kalo ibu jatuh... (bu... bu... senengane kok tibo). Akhirnya keberangkatan ibu ditunda. Ya, itu namanya takdir... kuasa Allah...

Bagaimana ini, aku bingung. Apa yang harus kuperbuat dengan jatuhnya ibu yang ke dua kali. Aku maksa2 supaya ibu ke dokter. Tapi gak mau juga. Banyak pertimbangan katanya. Ibu kan ada diabetesnya, katanya kalo ke dokter, nti penyakitnya ketauan kabeh...

Waktu berjalan, ibu masih gak mau juga di bawa ke dokter. Aku sangat sedih, kok iso ngene tho?. Aku mau ibu bisa jalan lagi kayak biasa, shopping ke Jakarta, umroh bareng dsb...

Sepuluh hari yang lalu, "Teh, ibu masuk RS, beliau mau di operasi penggantian tulang pangkal paha yang retak"... Gubrack, kepalaku pusing, dunia gelap dan... aku jatuh di pelukan suamiku. Ketika itu aku sedang berada di Manado.

Senin sore aku mendarat di Jakarta, Selasa pagi aku flight lagi ke Semarang. Jangan tanya perasaanku saat itu. Walaupun aku kelihatan galak di depan ibu, sebenernya aku sangat menyayangi beliau. Aku gak mau sesuatu terjadi pada dirinya.

Bandara A. Yani Semarang, puanassse rek... gak nahan. Aku langsung menuju Pav. Garuda RS. Kariadi. Kutahan airmata ini biar gak jatuh di depan ibu. Tak liat, kok kamarnya kecil amat. Malam itu juga, dengan persetujuan suami dan kakak ku, aku pindahkan ibu ke ruang yang lebih layak.

Operasi sudah dipastikan hari Kamis. Aku cukup stress dan sangat senewen nunggu hari Kamis. Tapi aku harus jaim di depan adek2ku, gak boleh nangis, gak boleh marah2, gak boleh gelisah. Gila ya gue... sempet2nya jaim di situasi kayak begini.Ya Allah, berikan yang terbaik untuk ibuku...

Hari Kamis pun tiba. I need a shoulder to cry on. Kutunggu2, suamiku tak kunjung datang. Sedangkan ibu, sudah dibawa masuk ke ruang operasi. Aku stress, bolak balik ke WC hanya untuk ngeliat kloset nya aja. hehe... "Yang, aku udah ada di Lobby neh..." SMS dari suamiku. Akhirnya... Dasar gue yak, masih sempet2nya jaim di depan dia....

Satu jam, dua jam... Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan ibu sudah setengah sadar. Tak godain, tapi belum bereaksi dia. "Nduk, dah selesai yak operasinya? kok ibu gak ngrasa?"... wehehehe... ibuuu... ibuuu... "Robbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaani soghiroo"

"ooh bunda ada dan tiada dirimu, kau selalu ada di dalam hatiku..."

13:50 Posted in Life | Permalink | Comments (1) | Email this

Mabok Belanja

Hmmm, udah lama banget aku sama mbak Mey gak ketemuan. Rindu dendam rasanya... Hari ini, kita janjian mau ke Mayestik setelah ambil raport anak-anak. Kata pak Ridho, "dasar gembla'an, gak iso dipisahno sedetik pun"... hehehe. Mbak Mey bilang ke bojonya, daripada punya PIL, mending punya WIL... hahaha...

Di tengah hujan rintik2, kami parkir di depan Fancy. Waow, banyak barang baru rupanya. Aku memang lagi butuh beberapa blazer untuk ngantor. Setelah pilih sana sini dan atas persetujuan mbak Mey, kemudian aku menemukan kain yang cocok, lumayan gak mahal2 amat...

Aku dapet info dari Fitri, katanya si Rajesh sekarang buka toko sendiri bareng istrinya. Tak tili'i, siapa tau dapet diskon an. Eh, bener... lagi discont segede2nya, soale baru soft opening. Gak kerasa aku borong sampai 10pcs kain... Weleh, bener2 mabok gue...

But, it's oke. Bukan pemborosan, tapi kebutuhan. Karena pancene aku wis suwe gak tuku klambi. Dan lagian sekarang aku udah full ngantor, masak ke kantor bajunya itu2 terus... basi bangeeed...

Setelah itu, aku beli jilbab motif warna pink. Wadoooh, koleksinya lagi baru2 and bagus2 bangeeed... Kata mbak Mey, udah deh, bulan depan aja lagi lanjutin...

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah... Kau berikan aku rizqi yang melimpah, halal dan barokah... Amien. Waman yattaqillaha yaj'al lahu makhraja wa yarzuqhu min haytsu laa yahtasib...

07:25 Posted in Shopping | Permalink | Comments (1) | Email this

22/03/2005

PRIBADI BERDZIKIR

Baginya...
Dunia adalah surga
Bumi adalah masjid
Rumah, kantor bahkan hotel adalah musholla
Tempat berpijak, hamparan sajadah

Perangainya...
Bicaranya bersemangat da'wah
Sedangkan diamnya adalah dzikir
Pikirannya pun berbaik sangka

Pandangan matanya adalah rahmat
Telinganya selalu terjaga
Hatinya terus berdo'a
Tangannya menggenggam sedekah
Langkah kakinya penuh jihad

Keutamaannya adalah silaturrahmi
Sedangkan kerinduannya adalah syariat Allah
Teladannya Rasulullah
Cita-citanya syuhada

Serta dalam kesibukannya sehari-hari
Dia hanya sibuk memperbaiki diri
Tidak tertarik mencari kekurangan
Apalagi aib orang lain

(Arifin iLham)

14:10 Posted in Religius | Permalink | Comments (1) | Email this

Road to Tidore part IV ( the end )

TUNGGULAH AKU DI JAKARTA MU... ( 14-03-05 )

Senikmat2nya negri orang, lebih enak negri sendiri... Hari ini adalah hari terakhirku di P. Tidore. Pagi2 buta jam 04.00 WIT (02.00 WIB), kami menyebrangi lautan Maluku dengan speedboat menuju Ternate. Demi Allah, seumur hidupku, baru kali ini aku merasakan betapa maut sangat dekat dengan urat nadiku. Bisa dibayangkan, andai saja speedboat kami tenggelam... Astaghfirullah.

Menepi di Bastiong, kami sudah dijemput Pak Min (sopir ibu Opi) dan langsung menuju bandara Baabullah. Di perjalanan, kami berhenti sejenak untuk menunaikan sholat subuh. Disini aku mengalami kejadian yang sangat tidak enak. Di tengah hujan lebat, karena panggilan alam, aku mencari WC dan... oh my Gosh, sangat suliiit... tidak ada WC dimana2. Akhirnya aku mengetuk pintu rumah penduduk. Alhamdulillah, lega...

Terus, pas aku hendak sholat, tiba2 pengurus masjid mengusirku. Katanya, wanita tidak boleh sholat di dalam masjid... lho ?!!!. Akhirnya aku dibawa ke sebuah ruangan sempit dan pengap. Aku dipersilakan sholat disitu. Gubrak... aku menggerutu ke suamiku, kok peraturannya melebihi negeri Arab !!!

Sampai di bandara, kami tidak begitu lama menunggu pesawat. Weleh... jenis pesawat apalagi ini ???. Pesawat mungil dengan baling2... untuk kedua kalinya aku mengalami ketakutan yang sangat. Tujuan kami adalah Manado.

Hanya 45 menit terbang, kami mendarat di bandara Sam Ratulangi, Manado. Hari masih pagi, dari Ternate kami terbang jam 07.05 WIT dan sampai di Manado jam 07.05 WITA. Kami memutuskan untuk city tour. Dari bandara kami menuju restoran yang menjual bubur Manado. Kata orang2, di Manado harus mencicipi 3B : Bubur Manado, Bunaken Manado dan Bibir Manado. Ups... !

Kota yang tenang dan cukup bersih. Tidak ada demo macam2. Kebetulan hari ini mendung, jadi menambah kenyamanan dan udara terasa sejuk.

Hmmm... bubur Manado, lezat dimakan dengan Cakalang Fufu dan Pene (sejenis bakwan teri). Aku cukup menikmatinya, tapi tidak dengan suamiku. Dia menolak bubur yang disajikan panas2 dan kelihatan tidak berselera. Dia hanya minum teh panas, sambil sesekali mencicipi Pene goreng.

Setelah puas menikmati bubur, kami keliling kota sambil menunggu jam buka toko2 yang menjual souvenir. Kami menuju suatu tempat pinggir pantai, aku lupa namanya, nun jauh diseberang nampak P. Bunaken. Waow... indahnaaa... kami sempat mengambil beberapa gambar disana.

Kemudian kami menuju ke toko souvenir untuk membeli beberapa cindera mata untuk keluarga. Disini aku menjumpai beberapa camilan khas Manado, diantaranya Halua Kenari, enak, manis, terbuat dari kenari yang disalut karamel... hmmm, ada juga Klappertaart, taart buah blasteran Manado-Belanda...

Setelah berbelanja, kami kembali menuju bandara. Ketika itu jalan menuju bandara akan ditutup, karena bertepatan dengan kedatangan wapres Jusuf Kalla.

SITOU TIMOU TUMOU TOU, sebuah tulisan dengan bahasa Manado yang terpampang di pintu masuk bandara, sangat menarik perhatianku. Kurang lebih artinya adalah, "khoirunnaas yanfa'uhum linnaas", sebaik2 manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain...

Dengan pesawat Boeing 747, kami menuju Jakarta dengan diselingi transit di Makassar selama 30 menit. Setelah melalui perjalanan sangat panjang, akhirnya kami sampai juga di Jakarta, Alhamdulillah. "Tunggulah aku di Jakartamu, di pelabuhan semua mimpimu..."


08:55 Posted in Travel | Permalink | Comments (1) | Email this

21/03/2005

Road to Tidore part III

EVERYTHING FISH !!! ( 12-03-05 )

Hari keduaku di Soasio, telinga dan lidahku sudah mulai bisa diajak kompak. Logat dan bahasanya terdengar lucu. "kita orang" disingkat jadi "torang" disingkat lagi jadi "tong", "tarada"="tidak ada", "saya"="iya". Pantesan aja dari tadi aku diajak ngomong sama ibu-ibu, mereka selalu menjawab "saya". Ooo... rupanya artinya "iya". hehehehe.....

Hari ini acaraku adalah belajar masak makanan khas Tidore. Makanan pokok mereka adalah sagu, dan lauk pauknya mayoritas menggunakan ikan. Everything Fish !... enak kok, dagingnya tebal-tebal dan always fresh. Untungnya torang sangat suka ikan...

Ada Rica Isi, paprika diisi daging ikan cincang dicampur dengan kenari tumbuk, terus digoreng tepung... slruuup. Ada tulang ikan Cakalang bumbu pedas dicampur air jeruk... huah... huah... sampe merem melek deh...

PULAU UANG SERIBU

Ya !, kayaknya jadi kebanggan tersendiri buat mereka. P. Tidore terlukis di lembaran uang RP. 1000, berdampingan dengan P. Maitara. Subhanallah, bayangkan... didepan mata, aku melihat sendiri terbentang beberapa pulau, diantarnya P. Halmahera, P. Ternate, P. Mare dan masih banyak lagi. Seperti di lukisan-lukisan gitu loh...

Aku menyusuri jalan menuju daerah Ome dengan menggunakan mobil. Perjalanan dari Soasio sekitar setengah jam. Sepanjang jalan, aku menjumpai masjid-masjid berdiri megah dan kokoh. Hampir setiap 500 meter terdapat masjid. Menurut informasi yang aku peroleh, penduduk P. Tidore 100% muslim. Alhamdulillah...

Dan yang menarik perhatian, setiap rumah atapnya menggunakan seng, bukan genteng. Alasannya, harga satu buah genteng bisa untuk membeli 5 lembar seng...

GO TO TERNATE ( 13-03-05 )

Dua hari di Soasio, membuatku jenuh. Maklum, di Jakarta aku terbiasa window shopping. Akhirnya, aku memutuskan ke Ternate dengan diantar Ibu Opi dan sopir setianya,Pak Is. Jam 09.00, mereka menjemputku di Seroja dan langsung menuju Rum, pelabuhan kecil di Tidore yang menghubungkan dengan beberapa pulau sekitar. Speedboat yang membawa kami agak sedikit oleng karena hempasan ombak besar yang disebabkan oleh angin yang sangat kencang. Aku agak ngeri juga...

Duapuluh menit kemudian, kami tiba di Bastiong dan sudah dijemput Pak Min, sopir Ibu Opi yang lainnya. Oh ya, Ibu Opi adalah istri Pak Haji Hijrah yang masih sangat muda dan cantik.

Dari Bastiong kami menuju ke pasar Gamalama, ke sebuah toko yang menjual makanan oleh2 khas Ternate. Ada kue yang terbuat dari sagu, namanya Bagea, rasanya aneh, gurih2 hambar. Katanya dimakan sembari minum teh hangat manis. Ada lagi kue Makron, terbuat dari sagu dicampur kenari. Yang ini rasanya renyah, aku suka.

Kami menyusuri jalan Gamalama. Disana banyak penjual asesoris dari perak. Mereka menyebut dengan Besi Putih. Bagus kualitasnya dan harganya cukup murah. Tetapi, modelnya kurang menarik. Aku memborong 5 gelang rantai dan 1 gelang etnik.

Setelah itu kami menuju daerah Kulaba, disana terdapat Batu Angus yang merupakan kumpulan batu2 hitam semburan lahar dari gunung Gamalama. Astaghfirullah... "idzaa zulzilatil ardhu zil zaalahaa, wa akhrajatil ardhu asqaalahaa, wa qaalal insaanu maa lahaa, yauma'idzin tuhadditsu akhbaarahaa, bi anna rabbaka auhaa lahaa..." (Al Zalzalah 1-5)

Kemudian kami menuju pantai Sulamadaha, Subhanallah... sungguh indah pemandangannya. Didepannya terlihat P. Hiri, salah satu bagian dari Tidore Kepulauan. Tidak jauh dari situ, terdapat danau Tolire. Danau indah dengan air berwarna hijau. Konon, asal mula terjadinya danau ini adalah amblasnya sebuah desa lengkap dengan penduduk2nya, yang disebabkan oleh suatu kejadian seorang ayah yang memperkosa anak kandungnya. Setiap pengunjung, selalu disodori batu2 untuk dilempar ke dalam danau. Tapi anehnya, meskipun dilempar sejauh2nya, batu tersebut tidak pernah muncul, alias hilang entah kemana, wallahua'lam...

Selanjutnya kami mampir di pantai Ave dan pantai Bobone Ici, Subhanallah... aku sampai menahan nafas... betapa sempurna ciptaan Allah... pemandangannya sangat bagus dan indah. Tampak P. Maitara sangat jelas. P. Maitara merupakan penjaga pintu masuk P. Ternate&P. Tidore.

Setelah puas seharian mengitari P. Ternate, kami pun kembali ke Tidore. Di pelabuhan Rum, kami sempat membeli nasi Jaha. Nasi yang dibungkus bambu dan dibakar... hmmm... enak rasanya, gurih.



14:15 Posted in Travel | Permalink | Comments (8) | Email this

20/03/2005

Road to Tidore part II

SOASIO, THE HIDDEN PLACE

Iiih... nggak ada sinyal bo'. SEROJA, penginapan kecil seperti rumah penduduk biasa. Yang penting ada AC nya. Dan dibelakang penginapan, pemandangannya sangat indah. Kita bisa memandang langsung laut lepas yang diseberangnya tampak P. Halmahera. So romantic...

Tadi siang kami makan ikan Surihi (ikan khas Tidore) plus sambal dabu-dabu. Hmmm... nyam... nyam... nikmatnyaaa... kayaknya aku bakal ketagihan.

Sorenya kami keliling kota Soasio, ibukota Tidore Kepulauan ini sangat nyaman, sepi karena memang penduduknya sedikit. Jalan utama cuma ada satu. Nggak ada lampu merah, pom bensin, restoran, supermarket apalagi mall. Yang ada hanya pasar Sarimalaha, pasar tradisional yang menjual sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya. Saking kecilnya nih kota, keliling2 hanya butuh waktu kurang lebih 1 jam. Tampak disekitar adalah laut yang dihiasi beberapa pulau dan tampak pula gunung2 menjulang tinggi. Subhanallah... sungguh indah...

Setelah istirahat sejenak, malamnya kami silaturahmi ke rumah Haji Hijrah, salah seorang putra daerah yang sukses dengan berbagi macam usaha. Istrinya yang manis, tampak masih kelihatan muda. Nggak lama kemudian, kita disuguhi bermacam2 penganan khas Tidore.

Wah, makanan jenis apalagi nih?, sejenis bolu berlapis2 yang tiap lapisnya dioles selai gula merah+kacang. Namanya lapis Tidore. Ya, karena adanya di Tidore, kalau adanya di Surabaya namanya pasti lapis Surabaya, hehehe... hmmm, lumayan rasanya, tapi lihat bentuknya, sudah kenyang. Adalagi Lalampa, sejenis lemper bakar yang isinya ikan Cakalang... wah, sedaaap... (ngiler gak ded...)

1 New Message : "jd ngiri bc sms jejak ilfi the explorer, br aja mau mbayangin, tau2nya dah moving to another hidden place. hehehe, anggep aja bulan madu!".

Banyak kujumpai kebiasaan2 aneh, tapi cukup masuk akal juga. Setiap angkot, pasti volume musiknya sangat keras. Setelah aku tanyakan, katanya, karena kalau volume musiknya nggak keras, penumpang nggak ada yang mau naik!. Oooh... hoho... gitu tho !

Adalagi makanan aneh, namanya GOHU. Terbuat dari ikan Cakalang mentah dicampur dengan sambal dabu-dabu dan dimakan dengan sagu. Hmmm... rasanya gimana, wallahu a'lam...

06:15 Posted in Travel | Permalink | Comments (0) | Email this

All the posts